Usaha Tambang Batu Bara di Parenggean Dinilai Tidak Berikan Kontribusi!

IST/BERITASAMPIT - Camat Parenggean M Jais.

SAMPIT – Sorotan tajam terhadap aktivitas perusahaan tambang batu bara di wilayah Parenggean Timur (Kotim) yang disampaikan Camat setempat, Muhammad Jais.

Ia menilai keberadaan perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut belum memberikan kontribusi berarti bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, selama ini aktivitas pertambangan lebih banyak berfokus pada produksi, sementara dampak positif yang dirasakan warga sekitar masih sangat minim. Ia menegaskan, masyarakat di lingkar tambang seharusnya turut merasakan manfaat dari keberadaan industri tersebut.

“Selama ini belum terlihat kontribusi signifikan bagi masyarakat di Kecamatan Parenggean,” ujarnya, Selasa 3 Maret 2026.

Jais juga menyoroti penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dinilai belum optimal. Padahal, lanjutnya, program tanggung jawab sosial perusahaan semestinya diarahkan pada pemberdayaan ekonomi warga maupun pembangunan fasilitas umum yang berkelanjutan.

Ia mengingatkan agar perusahaan tidak sekadar mengambil hasil tambang tanpa meninggalkan manfaat nyata.

“Jangan sampai perusahaan hanya datang menambang, lalu yang tersisa hanya lubang-lubang bekas galian tanpa dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, warga yang tinggal di sekitar wilayah operasional tambang memiliki hak untuk merasakan dampak baik dari kegiatan industri tersebut. Karena itu, perusahaan diharapkan lebih peduli terhadap kesejahteraan masyarakat dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan produksi.

Ia bahkan membandingkan dengan sektor pertambangan lain yang dinilai lebih aktif menyalurkan program sosial, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat sekitar.

Ia juga meminta dukungan anggota DPRD Kabupaten Kotim, khususnya dari daerah pemilihan 5, untuk ikut mendorong para pengusaha tambang agar lebih memperhatikan kondisi sosial di sekitar wilayah kerja mereka.

“Saya berharap kawan-kawan DPRD bisa memberikan pengertian kepada para pengusaha tambang agar mereka juga memperhatikan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya,” katanya.

Selain persoalan kontribusi perusahaan, ia turut menyinggung sejumlah persoalan lain seperti konflik lahan dan masalah koperasi yang melibatkan masyarakat. Meski demikian, ia memastikan situasi di Kecamatan Parenggean hingga kini masih tergolong kondusif.

Berbagai persoalan yang muncul, lanjutnya, masih dapat diselesaikan di tingkat kecamatan dan belum berkembang menjadi konflik yang meluas. Ia berharap pemerintah daerah bersama perusahaan dapat bersinergi agar aktivitas pertambangan berjalan seimbang antara kepentingan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (Nardi)

baca juga ...  Saling Adu Data Klaim Lahan, Mediasi Warga Luwuk Bunter dan Sungai Paring akan Dilanjutkan ke Tingkat Kabupaten
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!