PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berencana merekrut mahasiswa sebagai staf khusus (Stafsus) guna memperkuat pembangunan daerah sekaligus mengawasi jalannya kebijakan pemerintah.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu respons dari kalangan mahasiswa terkait rencana tersebut.
“Kita tunggu ya, kemarin kita melempar isu itu memang kita tunggu dari mahasiswanya,” ujarnya di Bandara VIP Tjilik Riwut Palangka Raya, Selasa, 7 April 2026.
Menurutnya, pelibatan mahasiswa penting agar mereka memahami secara langsung bagaimana roda pemerintahan berjalan.
“Biar mengerti dia bagaimana menjalankan roda pemerintahan,” katanya.
Agustiar menegaskan, proses perekrutan nantinya akan dibuka secara umum dengan mempertimbangkan kompetensi calon peserta.
“Dibuka, selama dia punya kompetensi,” tegasnya.
Ia juga memastikan akan ada forum lanjutan yang melibatkan mahasiswa secara luas untuk membahas rencana tersebut secara lebih matang.
“Nanti ada pertemuan secara luas kita kumpulkan. Ya pastilah ada pertemuan lagi,” tambahnya.
Sebelumnya, Agustiar menyampaikan bahwa mahasiswa yang direkrut akan dilibatkan dalam fungsi pengawasan terhadap sejumlah program strategis pemerintah daerah, termasuk ditempatkan di bidang penelitian dan pengembangan (litbang).
“Mahasiswa dilibatkan dalam pengawasan, mungkin nanti kami libatkan di Litbang di bawah Bapperida, nanti bertugas mengawasi Kartu Huma Betang Sejahtera dan sebagainya untuk kebijakan kami membangun Kalteng ke depan,” jelasnya.
Ia menegaskan, rencana tersebut bukan untuk meredam aksi demonstrasi mahasiswa, melainkan mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan daerah.
“Enggak, saya malah bilang ayo demo, tapi yang penting membangun. Kalau tidak, sia-sia terbuang energinya. Kalau membangun kan bagus, sekaligus memberikan solusinya,” ujarnya.
Menurut Agustiar, keterlibatan mahasiswa juga penting agar mereka memahami bahwa proses pemerintahan tidak sesederhana yang dibayangkan.
“Artinya mahasiswa dilibatkan supaya tahu bahwa di pemerintahan itu ini loh ada regulasi, ada wewenang dan sebagainya, tidak semudah itu yang digambarkan,” katanya.
Ia menyebut jumlah mahasiswa yang akan direkrut diperkirakan berkisar antara 17 hingga 25 orang. Bahkan, hingga saat ini posisi staf ahli gubernur di lingkungan Pemprov Kalteng masih belum terisi.
“17 sampai 25 orang tidak jadi masalah, sampai sekarang Pak Gubernur belum ada loh staf ahlinya, kalau gubernur lain semua ada kan,” ungkapnya.
Agustiar menambahkan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk generasi muda dari kalangan kampus yang dinilai memiliki idealisme kuat.
“Untuk membangun Kalteng ini tidak bisa sendiri, jadi perlu sama-sama, perlu kebersamaan, mau tua atau muda, apalagi ini di kalangan pemuda dari kampus,” tuturnya.
Ia juga menilai idealisme mahasiswa dapat menjadi kekuatan dalam mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Anak-anak ini kan kalau di kampus masih idealis. Fungsinya tadi untuk mengawasi kebijakan dan banyak hal,” pungkasnya.
(Sya'ban)












