Puluhan di Seranau–Hanaut Masih Terisolasi, DPRD Kalteng Dorong Percepatan Jalan Provinsi

UTOMO/BERITA SAMPIT - Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid saat reses perorangan di Kecamatan Seranau, Kotim.

SAMPIT – Harapan besar masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten kembali mengemuka. Dalam momentum reses perorangan, Anggota Komisi IV DPRD , Abdul Hafid, menerima langsung aspirasi terkait pentingnya pembangunan ruas jalan Provinsi Cempaga Mulia–Kampung Melayu (), yang hingga kini belum terealisasi.

Kepala Seragam Jaya, Kecamatan Seranau, Ngajo, menyuarakan kondisi puluhan yang masih terisolasi akibat belum terbukanya akses jalan tersebut. Ia menegaskan, ketertinggalan infrastruktur ini telah memicu ketimpangan pembangunan yang cukup tajam di wilayah Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut.

“Ruas jalan ini sangat penting untuk membuka keterisolasian dan pemerataan sosial, serta mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan dibukanya jalan itu, Kecamatan Seranau dan Hanaut dapat berkembang dengan baik,” kata Ngajo pada Rabu 8 April 2026.

Ia memaparkan data jumlah yang masih terisolir di dua kecamatan tersebut. Di Kecamatan Hanaut, terdapat 14 yang selama ini sulit dijangkau. Sementara di Kecamatan Seranau, sebanyak 5 dan 1 Kelurahan juga masih mengalami keterisolasian serupa.

Kondisi ini dinilai menghambat mobilitas warga, distribusi logistik, akses pendidikan, layanan , hingga kegiatan ekonomi antar .

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, memastikan akan terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

“Ruas jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu () akan tetap menjadi perhatian kami. Akan diupayakan untuk bertahap setiap tahun,” tegas Abdul Hafid.

Politisi partai Amanat (PAN) tersebut juga berkomitmen untuk mengawal anggaran pembangunan jalan provinsi tersebut agar realisasinya dapat segera dirasakan oleh masyarakat di 19 dan 1 kelurahan yang selama ini terisolir.

Dengan adanya perhatian serius dari DPRD dan pemerintah provinsi, kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Kotim dapat segera teratasi.

(Utomo)

baca juga ...  Mardani: Kami Tetap Oposisi Konstruktif
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!