PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menilai kenaikan harga plastik yang dikeluhkan pedagang justru dapat menjadi momentum untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan.
“Kondisi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengurangi volume sampah plastik yang sulit terurai,”ucapnya, Jumat 17 April 2026.
Beberapa waktu lalu bersama DLH sudah berupaya menekan penggunaan plastik. Karena itu, kenaikan harga ini bisa menjadi momentum yang baik untuk beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan.
“Palangka Raya memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti plastik. Bahan-bahan seperti daun pisang, daun kelapa, hingga daun nipah dinilai mudah diperoleh serta lebih ramah terhadap lingkungan,” tambahnya.
Selain itu juga mendorong masyarakat, khususnya pelaku usaha, untuk lebih kreatif dalam mengembangkan kemasan berbahan alami, seperti besek atau pembungkus dari daun.
“Ini bisa menjadi peluang. Selain mengurangi sampah plastik, juga dapat mendorong inovasi dan pemanfaatan potensi lokal,” lanjutnya.
Selain aspek lingkungan, juga menyoroti sisi kesehatan. Serta menilai penggunaan kemasan alami lebih aman, terutama untuk makanan, dibandingkan plastik.
“Penggunaan bahan alami tentu lebih sehat. Ini juga menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat, selain itu optimistis para pedagang di Palangka Raya mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut,” ungkapnya. (yud)












