Direktur RSUD dr Murjani Sampit Ikuti Studi Kepemimpinan ke Aceh Tamiang

IST/BERITASAMPIT - Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan di Kabupaten Aceh Tamiang.

SAMPIT – Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (PKN) Eselon II yang salah satu agendanya melaksanakan visitasi kepemimpinan ke Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi para pejabat eselon II untuk memahami pola kepemimpinan yang adaptif dan empatik, khususnya dalam menghadapi situasi krisis serta proses pemulihan pascabencana.

Yulia menjelaskan, PKN yang saat ini diikuti sebelumnya dikenal sebagai Diklat PIM II. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan kesempatan melakukan studi lapangan untuk memperdalam pemahaman tentang strategi kepemimpinan yang relevan dengan tantangan pelayanan publik saat ini.

“Dalam dua minggu terakhir kami mengikuti kegiatan visitasi kepemimpinan ke Aceh Tamiang,” ujar dr Yulia, Senin 11 Mei 2026.

Ia mengatakan, kunjungan ke Aceh Tamiang merupakan terobosan baru yang dilakukan BKPSDM Jawa Timur.

Jika sebelumnya peserta lebih banyak melakukan benchmarking ke organisasi perangkat daerah dengan pelayanan publik terbaik, kini fokus pembelajaran diarahkan pada pola kepemimpinan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana dan mempercepat pemulihan kondisi sosial maupun ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Kabupaten Aceh Tamiang dinilai berhasil mengembalikan roda dan perekonomian masyarakat dalam waktu yang relatif singkat.

Hal tersebut menjadi contoh nyata pentingnya sosok pemimpin yang mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara mendalam.

“Kami belajar tentang kepemimpinan yang bisa beradaptasi dan berempati. Tagline-nya, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan kondisi apa pun dan berempati dengan masyarakat yang dilayani,” katanya.

Meski dalam kegiatan tersebut tidak dilakukan visitasi langsung ke rumah sakit, dr Yulia menilai banyak pelajaran yang bisa diterapkan dalam lingkungan pelayanan , termasuk di RSUD dr Murjani Sampit.

“Lesson learned yang bisa diambil adalah setiap pemimpin harus mempunyai karakter adaptable dengan kondisi apa pun, apalagi di tengah situasi yang terus berubah dan tidak pasti. Pemimpin harus fleksibel menghadapi perubahan dan tetap menjalankan organisasi berdasarkan empati, baik kepada masyarakat maupun staf,” tuturnya.

Ia menambahkan, pelatihan kepemimpinan bagi pejabat eselon II kini tidak lagi berfokus pada aspek teknis semata, melainkan lebih menitikberatkan pada kemampuan menentukan arah strategis kebijakan organisasi.

“Eselon II itu adalah penentu arah strategis kebijakan. Mereka diharapkan mampu membuat kebijakan organisasi agar dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat maupun regulasi, sehingga pelayanan publik tetap berjalan optimal dan memuaskan masyarakat,” pungkasnya. (Nardi)


baca juga ...  Dinkes Kotim Lakukan Penyuluhan Kesehatan kepada Anggota Pramuka Baamang
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!