KUALA PEMBUANG – Nama Josepha Alexandra mendadak ramai usai tampil dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat. Siswi SMAN 1 Pontianak itu ramai diperbincangkan setelah muncul dugaan ketidakadilan dalam proses penilaian pada babak final lomba, Sabtu 9 Mei 2026.
Perhatian terhadap Josepha tidak hanya datang dari masyarakat dan netizen, namun juga dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Seruyan dari Fraksi PDI Perjuangan bahkan terbang langsung ke Pontianak untuk memberikan dukungan moril kepada peserta didik tersebut.
Kehadiran legislator Seruyan itu disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda yang dinilai telah berjuang membawa nama sekolah dan daerah dalam kompetisi bergengsi tingkat nasional tersebut.
“Ini bentuk suport langsung untuk Josepha Alexandra. Kami ingin memberikan semangat dan dukungan atas perjuangan yang sudah dilakukan,” ujarnya saat berada di Pontianak, Rabu 13 Mei 2026.
Ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI sendiri merupakan kompetisi yang menguji wawasan kebangsaan pelajar mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah pembinaan karakter dan pemahaman ideologi bangsa bagi generasi muda.
Namun, suasana kompetisi berubah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan adanya ketidakadilan dalam penilaian pada babak final. Dalam sesi penentuan juara, SMAN 1 Pontianak bersaing ketat dengan SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Sanggau untuk memperebutkan posisi terbaik.
Polemik yang mencuat membuat banyak pihak memberikan simpati kepada Josepha Alexandra dan timnya. Dukungan pun terus mengalir, termasuk dari tokoh masyarakat dan wakil rakyat yang berharap semangat serta prestasi pelajar tetap dihargai secara sportif dan transparan.
(ASY)












