Lakukan Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Kader Posyandu, SurfAid Nusatani Kabupaten Bima Harapkan Hal ini

BIMA – Nusatani adalah program SurfAid dengan wilayah intervensi di Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Bima, sehingga Kecamatan Parado Kabupaten Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB ) merupakan salah satu wilayah tujuan dalam upaya untuk meningkatkan status ekonomi dan ketahan pangan masyarakat terpencil.

Program yang menggunakan pendekatan Nutrition Sensitive Agriculture ( NSA ) atau pertanian yang sensitif gizi tersebut dilaksanakan di aula Kantor Pemerintah Desa Parado Rato, Pertemuan awal tentang koordinasi evaluasi kader posyandu tersebut merupakan kegiatan yang sangat penting  dalam upaya perbaikan sistem Posyandu di tiap Desa di Kecamatan Parado

Project Manager Nusatani, Hasadungan Sahat Maruli Tua melalui CDO ( Community Development Officer ) SurfAid, Rahmatinnija, menjelaskan, pada saat ini peningkatan kapasitas kader posyandu lebih menekankan upaya fasilitasi melalui pendekatan partisipatif

“Pertemuan evaluasi kader ini sangat diperlukan, dengan tujuan untuk mendorong  kader posyandu mampu mengungkapkan pendapatnya dengan menggunakan data, pertemuan evaluasi kader posyandu ini merupakan pertemuan awal, dengan harapan agar inisiasi ini bisa diteruskan dan memunculkan hal baik lainnya, seperti aktifnya penyuluhan di Posyandu,” katanya, Senin 23 Mei 2022

Wanita Kelahiran Bima yang akrab disapa An  melajutkan, dalam kegiatan tersebut diharapkan ada sistem rujukan sederhana yang berjalan, sehingga jangka panjangnya kader posyandu berani dan mampu berbicara di tingkat desa dengan berbasis data meskipun tetap difasilitasi oleh masing-masing CDO ( Community Development Officer ) dari SurfAid

“Dengan Demikian, Kader Posyandu dapat mengetahui perkembangan balita di Posyandu melalui data yang dikumpulkan, dan Kader Posyandu bisa membuat rencana kerja Posyandu berdasarkan masalah yang ditemui serta Kader Posyandu bisa dan dapat menggunakan data yang didiskusikan dan rencana kerjanya untuk disampaikan pada pertemuan tingkat desa,” ucapnya.

baca juga ...  Pemkab Bima Targetkan Pendapatan Daerah 2023 Rp1,84 Triliun

Ia berharap dengan kegiatan ini kader posyandu dapat memahami tugas dan fungsinya sehingga memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama pengtingnya antisipasi stunting dan gizi buruk bagi anak – anak  di Kecamatan Parado

Sementara Itu, Kepala Desa Parado Rato,  M. Saleh, saat di konfirmasi via telpon seluler mengatakan, ucapan terima kasih kepada kader posyandu atas pengabdian selama ini dan berharap agar peningkatan kapasitas pelayanan tetap diutamakan.

“Adapun yang saya tekankan itu bila mana ada yang dirasa kurang terkait Pemberian Makanan Tambahan ( PMT ) pada bayi saya merasa tidak manusiawi kalau Rp200.000 per bulan. Maka saya minta pada Kader Posyandu agar tahun depan dapat mengajukan proposal agar dinaikkan jadi Rp300.000 per bulannya,” harapnya.

Untuk di ketahui, dalam kegiatan tersebut turut dihadiri juga oleh Hertien Novi R. (Tenaga Gizi Pada Puskesmas Parado), Bidan Puskesmas Parado  Rohaniah  Amd., Keb., serta seluruh anggota kades Posyandu Desa Parado Rato. (Nain/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer