SAMPIT – Pihak Kepolisian Resor Kabupaten Kotawaringin Timur (Polres Kotim) menerjunkan pasukan penuh dalam pelaksanaan penutupan Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah Porprov Kalteng) XII telah berlangsung sejak 26 Juli hingga 5 Agustus di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Untuk malam penutupan ini kami menurunkan sebanyak 350 personil gabungan dari Polri, TNI, Satpol-PP dan juga dari Dinas Perhubungan,” ucap Kabag Ops Polres Kotim Kompol Samsul Bachri, Sabtu 5 Agustus 2023.
Penutupan Porprov XII Kalteng ini diketahui akan ditutup secara resmi oleh Gubernur Kalteg H. Sugianto Sabran, yang juga dihadiri oleh unsur forkopimda se-Kalteng.
Kompol Samsul Bachri juga mengatakan jika mereka sudah melakukan maping ke beberapa titik yang prediksi bakal menjadi potensi terjadinya tindak kriminal atau kles antar sesama penonton.
“Yang jelas untuk titik-titik yang dikira rawan telah kita maping semua untuk menghindari terjadinya tindak kriminal dan sudah kita atur berapa banyak petugas di setiap titik tersebut,” katanya.
“Untuk malam penutupan ini kami menurunkan sebanyak 350 personil gabungan dari Polri, TNI, Satpol-PP dan juga dari Dinas Perhubungan,” ucap Kabag Ops Polres Kotim Kompol Samsul Bachri, Sabtu 5 Agustus 2023.
Penutupan Porprov XII Kalteng ini diketahui akan ditutup secara resmi oleh Gubernur Kalteg H. Sugianto Sabran, yang juga dihadiri oleh unsur forkopimda se-Kalteng.
Kompol Samsul Bachri juga mengatakan jika mereka sudah melakukan maping ke beberapa titik yang prediksi bakal menjadi potensi terjadinya tindak kriminal atau kles antar sesama penonton.
“Yang jelas untuk titik-titik yang dikira rawan telah kita maping semua untuk menghindari terjadinya tindak kriminal dan sudah kita atur berapa banyak petugas di setiap titik tersebut,” katanya.
Kabag Ops ini menegaskan dalam acara penutupan Porprov XII Kalteng di stadion 29 November Sampit itu antisipasi kerawanan yang paling dijaga yakni pencurian dan perkelahian.
“Untuk kerawanan ada banyak, tapi yang paling utama itu pencurian dan perkelahian. Apalagi di wilayah luar stadion ini banyak parkir mobil dan motor biasanya rawan pencurian dan didalam banyak masyarakat di takutkan nanti ada perkelahian,” tegasnya.
Menurutnya Samsul penutupan kali ini lebih rawan akan terjadinya perkelahian karena ditutup dengan acara musik dangdut yang biasanya masyarakat suka berjoget-joget dan terjadi gesekan sehingga mengakibatkan perkelahian.
“Inikan dangdut dan bisa kita bilang cukup rawan untuk terjadinya perkelahian. Sangat berbeda jauh saat pembukaan kemarin yang hanya musik pop,” ungkapnya.
“Kepada masyarakat yang kedapatan membawa miras akan langsung kami sita, dan langsung di buang ditempat. Saya meminta kepada masyarakat Sampit untuk saling menjaga keamanan dan tidak membuat keributan,” timpalnya.
“Saya minta masyarakat untuk menjaga keamanan dan saling membantu. Jadikanlah Sampit sebagai tuan rumah yang baik dari pembukaan sampai penutupan malam ini,” pesan Kabag Ops ini.
(im)











