Akses Jalan Beberapa Desa di Kecamatan Permata Kecubung Diterjang Banjir, Pengendara Gunakan Jalur Alternatif

SUKAMARA – Banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Permata Kecubung berdampak dapat terganggunya akses transportasi dimana ada jalan yang terputus akibat terjangan banjir di Desa Semantun Kecamatan Permata Kecubung.

Kepala Dinas Perhubungan Sukamara, Syamsir Hidayat mengatakan bahwa terganggunya akses jalur transportasi angkutan diwilayah yang terdampak banjir membuat pengendara harus menggunakan jalur alternatif untuk bisa menjangkau wilayah tujuan.

“Dampak banjir diwilayah tersebut memang mengganggu jalur transportasi terutama angkutan TBS dan akses ekonomi masyarakat lainnya,” ujar Syamsir, Rabu 3 Januari 2024

Ada beberapa jalan atau jalur transportasi darat yang terputus akibat banjir tersebut yakni di Desa Bangun Jaya, Desa Natai Kondang sehingga masyarakat harus menggunakan jalur alternatif untuk bisa beraktifitas

“Untuk jalur alternatif bisa menggunakan jalan atau melalui jalan PT KSK atau bisa juga melewati Jalan Desa Ajang. Sementara untuk jalan di kecamatan sendiri tidak ada jalan yang terputus karena hanya tergenang air dan masih bisa dilintasi kendaraan seperti di Desa Jihing,” terangnya.

Sebelumnya, Camat Permata Kecubung, Maryadi mengatakan bahwa ada 63 Kepala Keluarga atau 197 jiwa terdampak banjir di Desa Semantun dan 100 KK atau 260 jiwa di Desa Nibung Terjun yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Mapam.

“Saat ini kondisinya sudah surut sebagian dan masih ada yang tergenang sebagian saja, sementara untuk warga terdampak sudah dilakukan evaluasi dan sudah dalam penanganan baik kesehatan dan kebutuhan pokoknya,” kata Maryadi.

Dalam upaya evaluasi warga terdampak banjir dibantu dari berbagai pihak mulai dari pemerintah kecamatan, TNI Polri, Puskesmas Permata Kecubung serta Perusahaan Besar Sawit yang ada diwilayah tersebut ikut memberikan bantuan berupa sembako .

baca juga ...  Tuchel Berharap Gejolak Kepemilikan Chelsea Segera Tuntas

“Bapak Pj Bupati juga sudah turun langsung memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir serta meninjau lokasi banjir dan memberikan solusi serta arahan dan petunjuk penanganan banjir,” terang Maryadi.

Maryadi juga menerangkan jika ada beberapa akses jalan yang terputus akibat terjangan banjir dan perbaikan akses jalan yang rusak akibat terjangan banjir dilakukan oleh  perusahaan besar sawit PT. GCM telah memperbaiki jalan pos 7 Desa Semantun.

“Sementara untuk jembatan di RT 6 dan RT 7 akan ditindaklanjuti oleh dinas PUPR berkolaborasi dengan perusahaan sekitar, karena jembatan ini merupakan akses masyarakat yang ikut rusak akibat terjangan banjir,” jelasnya. (enn)

Bagikan:
Berita Populer