SAMPIT – Ditpolairud Polda Kalteng kembali mendistribusikan bantuan 40 ribu liter (40 ton) air bersih untuk masyarakat di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Penyaluran kali ini menyasar tiga desa, yakni Desa Belanti, Desa Ganepo, dan Desa Bangkuang Makmur.
Penyaluran air bersih ini merupakan kegiatan tahap ketiga yang digalang oleh Ditpolairud Polda Kalteng. Secara akumulatif dari tiga kali pelaksanaan, sebanyak empat desa telah menerima bantuan air bersih, termasuk Desa Terantang Hilir (Miring).
Guna menjangkau wilayah pemukiman warga yang berada di seberang sungai, petugas mengangkut dan mendistribusikan air bersih menggunakan kapal Landing Craft Personnel/Utility (LCP/LCT).
Hadirnya bantuan dari Ditpolairud Polda Kalteng disambut antusias oleh warga setempat. Masyarakat berbondong-bondong mendatangi titik pembagian dengan membawa berbagai wadah penampungan, mulai dari profil tank, jerigen, ember, galon, hingga baskom.
Direktur Polairud Polda Kalteng, Kombes Pol. Dony Eka Putra, menjelaskan bahwa krisis air bersih terjadi akibat musim kemarau panjang yang menyebabkan sumur dan sumber air warga di wilayah Sampit menjadi asin sehingga tidak layak dikonsumsi.
“Alhamdulillah ini adalah kegiatan ketiga yang kita lakukan. Sekali kegiatan kita bisa mendistribusikan sekitar 40.000 liter atau 40 ton air bersih. Kegiatan penyaluran ini akan terus berlanjut secara rutin, dan kami memprioritaskan desa-desa yang belum tersentuh serta sangat membutuhkan,” ujar Kombes Pol. Dony Eka Putra.
Selain menyalurkan air bersih, Ditpolairud Polda Kalteng juga memberikan imbauan terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana kabut asap. Warga diminta untuk selalu menjaga kesehatan serta mematuhi larangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Ditempat yang sama, seorang ibu-ibu bernama Seroja mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Ditpolairud Polda Kalteng lebih khusus kepada Kombes Pol. Dony Eka Putra.
“Ini ketiga kalinya kami mendapatkan bantuan air bersih dari Ditpolairud Polda Kalteng, terimakasih karena sudah membantu kami masyarakat Desa Belanti dan sekitar. Kami masyarakat disini sangat memerlukan air bersih yang utama itu untuk minum,” kata dia.
Seroja mengaku, bahwa walaupun mereka tinggal di pinggir air langsung akan tetapi air sungai sama sekali tidak bisa di pakai untuk keperluan dapur. “Air ada, tapi airnya kan asin dipakai mandi saja tidak bisa, untuk mencuci piring saja jelek seperti menempel di piringnya,” kata dia.(im)










