SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana memasukkan anak yang menjadi korban dugaan perundungan di Baamang ke sekolah dasar negeri terdekat agar dapat melanjutkan pendidikan dengan dukungan pemerintah.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, anak tersebut direncanakan bersekolah di SD Negeri 1 Baamang Tengah. Kondisi keluarga tersebut ternyata memang memperihatinkan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Anak itu juga nanti kita masukkan di SD Negeri 1 Baamang Tengah, lebih dekat. Dia masuk negeri supaya biaya semua ditanggung pemerintah,” ujarnya, Selasa 27 Oktober 2026.
Selain memastikan kelanjutan pendidikan, Halikinnor menjelaskan bahwa pemerintah juga menyiapkan bantuan pembangunan rumah untuk keluarga anak tersebut.
Rumah akan dibangun di sebelah lokasi sebelumnya setelah anak pemilik rumah menyatakan bersedia memberikan tanah untuk pembangunan.
“Itu punya anaknya. Tapi anaknya itu mengikhlaskan tadi, makanya dibangun di sebelahnya. Itu sudah membuat pernyataan anak mengikhlaskan untuk rumah. Nah, kita bangunkan,” jelasnya.
Bahkan Halikinnor juga menyebut bahwa kasus ini mendapat perhatian dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang mau mengundang anak tersebut ke Jakarta.
“Namun karena ini kondisi kabut asap dan karhutla maka kemungkinan sulit karena bandara tutup takutnya tak bisa berangkat atau pulang,” ujarnya.
Namun Ia mengatakan petugas dari kementrian telah diperintahkan untuk mendata dan memberikan perlindungan kepada anak tersebut.
Sementara itu, terkait kondisi ibu anak tersebut, Halikinnor menyebut sebelumnya telah ada bantuan berupa gerobak dan modal usaha agar keluarga itu dapat kembali memperoleh penghasilan.
Namun, karena kondisi kesehatannya sedang terganggu, ia meminta agar pengobatan menjadi prioritas sebelum kembali menjalankan usaha.
Pemerintah daerah berharap bantuan perumahan, pendidikan, dan dukungan usaha dapat membantu keluarga tersebut memulihkan kondisi setelah kasus perundungan yang dialami anaknya.
Sebelumnnya diberitakan bahwa seorang anak usia 10 tahun kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah di Baamang diduga menjadi korban perundungan, ia diejek miskin oleh temannya dan menangis pulang ke rumah.
Kisah ini menjadi viral di media sosial dan menjadi perhatian sejumlah pihak yang juga memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga ini.
Mediasi kemudian dilakukan pihak sekolah antara orang tua korban dan diduga pelaku bersama sejumlah instansi terkait dan sepakat untuk berdamai dan menjaga anak masing-masing. (nardi)











