Pemkab Kotim Salurkan Bantuan untuk Motoris Kelotok Terdampak Kabut Asap

NARDI/BERITASAMPIT - Bupati Kotim Halikinnor serahkan bantuan untuk sopir kelotok.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyalurkan bantuan kepada sekitar 61 motoris kelotok yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang mengalami penurunan aktivitas dan penghasilan selama kabut asap melanda wilayah Sampit dan sekitarnya.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, bantuan tersebut diserahkan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Penerima bantuan merupakan motoris kelotok, khususnya yang melayani penyeberangan di Sungai Mentaya.

Menurutnya, para motoris turut merasakan dampak karhutla karena aktivitas penyeberangan mengalami gangguan selama kabut asap. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap aktivitas pendidikan anak-anak yang tinggal di seberang sungai dan bersekolah di Sampit.

“Anak-anak yang biasanya dari seberang itu sekolah ke Sampit akhirnya belajar jarak jauh karena terdampak asap. Jadi, motoris kelotok juga ikut merasakan dampak karhutla,” ujar Halikinnor, Rabu 28 Oktober 2026.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat lain yang juga terdampak, termasuk pengemudi ojek yang mengalami penurunan penghasilan akibat kondisi tersebut.

“Kalau ada yang lain, misalnya tukang ojek yang juga terpengaruh, nanti akan kita pertimbangkan untuk diberikan bantuan,” katanya.

Selain penanganan dampak karhutla, Halikinnor meminta perangkat wilayah, mulai dari lurah, kepala desa, ketua RT hingga RW, agar lebih aktif memantau kondisi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Ia menegaskan, perangkat lingkungan memiliki peran penting karena lebih mengetahui secara langsung kondisi warga, terutama masyarakat lanjut usia, warga sakit, serta keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.

Halikinnor mencontohkan kejadian seorang warga lanjut usia berusia 74 tahun di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang sedang sakit dan tidak memiliki keluarga. Warga tersebut diketahui berasal dari Kalimantan Selatan.

“Jangan sampai ada warga kita karena kesulitan ekonomi sampai tidak makan. Kita yang makan ini berdosa kalau mengetahui tetangga kita lapar, tetapi kita kenyang,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat dan insan pers turut menyampaikan informasi apabila menemukan warga yang membutuhkan bantuan, termasuk anak putus sekolah dan masyarakat yang sedang sakit.

“Kalau ada warga yang sakit, tolong diinformasikan kepada kita. Kita menganggarkan biaya berobat untuk warga Kotim, pengobatannya kita tanggung. Termasuk pendidikan, kita upayakan digratiskan,” pungkasnya.

Ia berharap keterlibatan masyarakat, perangkat wilayah, dan media dapat membantu pemerintah mengidentifikasi warga yang membutuhkan pertolongan sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran. (Nardi)


baca juga ...  Bupati Kotim Ajak Masyarakat Gotong Royong Tangani Karhutla
Bagikan:
Berita Populer