SAMPIT – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Baamang, Kwartir Cabang Kotawaringin Timur (Kotim), menggelar Pelatihan Teknik Kepramukaan (Tekpram) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, dengan pusat kegiatan di Sekretariat atau Sanggar Pramuka Kwarran Baamang.
Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Baamang Dadang Siswanto mengatakan, pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan anggota Pramuka, khususnya golongan Penggalang yang berada pada rentang usia 11–15 tahun.
Menurutnya, berbagai materi yang diberikan dirancang untuk membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan, serta kecakapan peserta dalam menerapkan teknik kepramukaan.
Materi pelatihan meliputi keterampilan tali-temali, seperti simpul hidup, simpul pangkal, simpul jangkar, serta sejumlah jenis ikatan dasar, di antaranya ikatan palang, ikatan silang, dan ikatan canggah.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan navigasi dan keterampilan lapangan.
Materi tersebut mencakup penggunaan kompas bidik untuk mengenali 16 arah mata angin, pembuatan peta lapangan, panorama dan peta pita, mengenali tanda-tanda alam maupun medan, hingga keterampilan menaksir tinggi, lebar, serta arus sungai.
Kemampuan komunikasi melalui sandi dan isyarat kepramukaan juga menjadi bagian dari pelatihan. Di antaranya sandi rumput, sandi AN, sandi kotak, serta penggunaan isyarat Morse dan Semaphore.
Sementara itu, Sekretaris Kwarran Gerakan Pramuka Baamang Saidi Mujtahid Natagama menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti anggota Pramuka Penggalang dari gugus depan tingkat SMP dan MTs yang berada di lingkungan Kwarran Baamang.
Ia menyebutkan, pelatihan Tekpram merupakan agenda tahunan yang telah masuk dalam program kerja Kwartir Ranting Baamang.
“Harapan kami dengan dilaksanakannya Pelatihan Teknik Kepramukaan ini akan menambah keterampilan kepramukaan, khususnya Pramuka Penggalang, dan bisa diterapkan di gugus depan masing-masing,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan berbagai keterampilan kepramukaan dalam kegiatan di sekolah maupun aktivitas kepramukaan lainnya. (Nardi)











