PALANGKA RAYA – Masyarakat Dayak yang tergabung dalam Kapakat Dayak Kalimantan Tengah menggelar aksi damai menolak wacana pembentukan Kerukunan Keluarga Itah Madura (KKIM) dimana sebelumnya informasi tersebut beredar baik itu media sosial maupun media online.
Aksi yang dilaksanakan didepan halaman istana Isen Mulang Palangka Raya dan halaman kantor DPRD Kalteng pada Selasa (2/4/2019) diikuti oleh ratusan orang.
Usai melakukan orasi secara bergantian, perwakilan dari massa aksi damai menyerahkan pernyataan sikap terkait penolakan wacana pembentukan KKIM yang diterima oleh Kepala Badan Kesbangpol Kalteng, Agus Pramono dan Sekretaris Dewan Provinsi Kalteng, Tantan.
Saat diwawancarai oleh awak media koordinator aksi Ducun Helduk Umar mengatakan bahwa pihaknya heran dengan penggunaan kata “Itah” dalam penamaan organisasi tersebut.

“Inti “Itah” itu presentasinya sudah orang Dayak. Orang Dayak tidak mau dibawa – bawa nama seperti itu,” ucap Ducun.
Lanjut Ducun jika nantinya organisasi tersebut akan tetap didirikan pihaknya tentu tidak akan tinggal diam. Bahkan pihaknya akan kembali turun kejalan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar lagi jika rencana pembentukan KKIM tersebut akan dilakukan.
Sementara itu usai melaksanakan aksi damai, sebagian massa aksi memasang beberapa spanduk didepan diantaranya berisi tulisan-tulisan Tolak KKIM di Kalteng, Mendesak DAD Mengungkap Berita KKIM yang Sudah Beredar di Media dan lainnya.
(apr/beritasampit.co.id)












