SAMPIT – Muhammad Zulkifli (20) seorang mahasiswa diperguruan tinggi Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah mengharumkan kota kelahirannya itu di kancah Nasional bahkan sampai Asia.
Meski begitu, pemuda yang lahir pada 27 Juni 1997 tersebut ternyata selama mengukir prestasinya di cabang olahraga Freestyle Football atau Sepak Bola Gaya Bebas. Masih luput dari perhatian oleh Pemerintah Daerah terkait.
Pemuda yang kerap disapa Zul itu telah menggeluti hobinya sejak kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga saat ini. Selama 5 tahun, ia menggeluti hobinya tersebut dan tak mematahkan semangatnya meski sekarang hanya tersisa dirinya yang masih aktif di cabang olahraga itu.
Sebelumnya, ia bersama 3 temanya membentuk suatu perkumpulan yang bernama “Sampit Freestyle Football Crew” untuk berlatih dan mengasah skill dari olahraga tersebut secara bersama-sama. Namun karena di sibukan dengan pekerjaan masing-masing. Akhirnya memaksa Zul untuk sendirian berjuang menggeluti Sepak Bola Gaya Bebas.
Pada tahun 2015 lalu, Ia masuk kedalam 8 besar kompetisi Freestyle Football Nasional dan 32 besar Asia kelas Profesional dari 72 peserta. Hal itulah yang memupuk semangatnya untuk terus berlatih agar mampu melanjutkan prestasinya dan membawa nama daerah asalnya ke Kancah yang lebih luas lagi.
Masuk kedalam 8 besar kompetisi tersebut bukanlah perkara mudah, ia harus bertarung skill dengan lawannya sebanyak 72 peserta dari berbagai penjuru negeri ini, hingga Asia. Hal yang disayangkan itulah memaksanya untuk tidak bisa mewakili Indonesia ke luar negeri karena posisinya yang masih berada di urutan ke 8 Nasional.
Hal tersebutlah yang mendorongnya untuk terus memberikan yang terbaik untuk tempat kelahirannya. Meski merenggut isi dompet yang cukup besar, itu tertutupi oleh rasa bangganya terhadap perjuangannya. Namun di tahun 2017 ini, ia hanya mampu memasuki 32 besar Nasional dari 42 perserta.
Dalam kompetisi tahun ini yang ia ikuti adalah Indonesia Freestyle Football Championship 2017 (IFFC) telah berlangsung selama 2 hari pada tanggal 23 sampai tanggal 24 September 2017 lalu. Kompetisi itu berlangsung di Main Atrium Pluit Village Mall, Jakarta Utara.
Mahasiswa semester 3 itu mengatakan bahwa ia pada tahun 2015 untuk mengikuti kompetisi se Asia itu memakai dana pribadi, dan dibantu oleh orang tuanya. Ditahun ini, sebulan sebelum acara di mulai. Ia telah mengajukan proposal kepada Dinas terkait untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada dirinya.
Alhasil, selama berhari-hari ia memperjuangkan proposalnya di Dinas terkait yang ada hanyalah janji dan tidak tampak ada titik terang dan tak ada kepastian untuknya. Sehingga mendekati hari H, ia pun berinisiatif dan memutuskan memakai dana sendiri untuk mengikuti Kompetisi tersebut.
“Tujuan saya adalah untuk mengharumkan nama daerah. Selain itu juga sebagai ajang silaturahim diantara Komunitas dan antar Freestylers, Membawa nama kota Sampit (Kotim) di ajang bergengsi yaitu kejuaraan Nasional maupun Internasional,” ungkap Zulkifli saat berada di kediamannya Jalan Agatis, Sampit. Rabu (4/10/2017).
Berlatar belakang dari situlah, ia juga menggungkapkan bahwa itu juga untuk menyalurkan hobi dan bakat dalam olahraga Freestyle Football yang mulai populer dikalangan pemuda Indonesia saat ini. Serta mempertahankan prestasi yang pernah ia diraih sebelumnya.
“Sebenarnya pada bulan Oktober ini, yakni pada tanggal 6 sampai tanggal 8 Oktober ada juga kompetisi serupa yang lebih besar di Kota Megamas Manado Selawesi Utara. Dan rencananya dari Kompetisi itu akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Namun karena biaya sudah terlalu mahal membuat saya tidak mampu mengikuti acara tahunan tersebut,” kata Zul.
Zul melanjutkan, kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Kemenpora itu akan melombakan 6 Cabang Olahraga. Salah satunya adalah Freestyle Football yang telah menjadi hobinya.
Indonesia Open X-Sports Championship pada tahun 2017 ini adalah kompetisi yang ke 9 kalinya digelar dengan total hadiah Rp.500.000.000. Kegiatan tersebut kabarnya akan diikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri. Namun itu semua bagi Zul (20) hanyalah menjadi mimpi untuk mengharumkan kembali nama Sampit di Kancah Internasional Baginya.(jmy/beritasampit.co.id)
Editor: DODY











