SAMPIT – Laporan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur didalam perkotaan dan perdesaan, salah satunya peningkatan jalan di Gang Keluarga atau Jalan Nurul Jannah, Kecamatan MB Ketapang yang diduga dikerjakan secara asal-asalan sampai saat ini.
Bertepatan dengan jadwal reses dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD)Kabupaten Kotawaringin Timur hari ini, atau tepatnya Rabu (25/10/2017) tadi siang, dimanfaatkan oleh anggota dewan Kotawaringin Timur, terutama yang berasal dari dapil II untuk menindaklanjuti laporan serta keluhan masyarakat kepada mereka.
Laporan itu menyangkut pengerjaan proyek jalan Gang keluarga yang mana menghabiskan aggaran Rp 228.500.000,-dan juga jembatan dijalan Bumi Ayu yang nilai kontraknya mencapai RP 916.565.000.00.
Reses yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPRD Kotim ini memantau pembangunan itu, sebelum dilakukannya pembahasan APBD Murni tahun 2018 nanti.
“Reses ini memang sudah jadi agenda penting seperti tahun-tahun sebelumnya, namun karena banyak laporan masyarakat, kami juga memantau sejumlah proyek yang saat masih berjalan. Memang kami menerima banyak laporan masyarakat terkait kegiatan fisik yang saat ini masih berjalan salah satunya digang keluarga dan pembangunan jembatan di Jalan Bumi Ayu tersebut,” ujar M. Shaleh anggota Komisi IV DPRD Kotim, (25/10/2017).
Lebih lanjut Shaleh mengatakan, dari hasil pantauan memang ada indikasi pengerjaan proyek tersebut dinilai kurang sesuai, baik itu jalan di gang keluarga dan pembangunan jembatan bumi ayu yang mana kawat-kawat yang digunakan itu terlihat ada yang berukuran kecil.
“Kami minta kepada pihak kontraktor, supaya bekerja dengan baik jangan mencari keuntungan berlebihan, akibatnya sangat patal, kami turun hanya untuk mengingatkan saja,” tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan Hero Harapano Mandauw, Anggota Komisi III DPRD Kotim itu, menurut heru kedatangan mereka memantau proyek jalan tersebut tidak ada niat untuk menghalang-halangi proses pembangunan oleh kontraktor.
Namun pihaknya ingin hasil akhir pekerjaan proyek itu memuaskan masyarakat. Dia juga mengatakan, masyarakat mengeluhkan terkait pengerjaan peningkatan jalan di gang keluarga yang dikerjakan tidak sesuai Spesifikasi.
” Kami sudah melihat langsung, kami minta untuk segera diperbaiki kembali, sesuaikan dengan draf yang ada. Jangan sampai menimbulkan masalah hukum di kemudian harinya,” jelas Hero.
Jainudin Karim yang tak lain juga merupakan anggota dapil II ini meminta agar pihak kontraktor tidak main-main dengan hasil akhir pengerjaan proyek-proyek tersebut.
“Mudah saja di nilai, atau di audit, karena pada intinya setiap pengerjaan bersifat fisik itu akan kelihatan dari segi ketahanannya, contoh kecil saja, apabila dalam satu atau dua minggu saja ada yang bolong aspalnya, itu bisa di pastikan pengerjaannya asal-asalan,” tutupnya. (drm/beritasampit.co.id)
Editor: DODY











