KASONGAN – Untuk meningkatkan pelayanan terhadap anak didik, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Katingan gelar Sosialisasi Sekolah ramah anak dan pendidikan inklusif (SAGUPASI INI ), di aula Kantor Dinas Pendidikan Katingan, Rabu (28/3/2018).
Kegiatan dengan tema “Melalui Pendidikan Inklusif, Kita Sukseskan EFA (Education For All) di Bumi Penyang Hinjei Simpei ini, di ikuti dari berbagai Kepala Sekolah dan dewan guru dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) yang ada di Katingan.
Ketua IGI Kabupaten Katingan, Yani Agusweni SPd mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan nasional dan secara khusus mendukung program Pemkab Katingan, untuk mewujudkan Katingan cerdas, sehat dan terbuka terutama terhadap anak yang berkebutuhan khusus (ABK).
“Saya juga mengajak para guru semuanya untuk merasa peduli, untuk merasa memiliki atas problematika pendidikan agar semua bersedia menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyelesaikan problematika anak kebutuhan khusus, serta mensosialisasikan sekolah ramah anak,” terangnya.
Lanjutnya mengatakan, bahwa gerakan penumbuhan generasi berkarakter pancasila adalag sebuah ikhtiar mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter pancasila dalam pendidikan.
Sebab, menurutnya, sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
“Itulah karakter Pancasila yang menjadi tujuan pendidikan nasional kita. Maka untuk menumbuh kembangkan potensi yang didik seperti itu, memerluk karakteristik pendidik dan suasana yang tepat. Disinilah peranan kita sebagai guru, dituntut menjadi seorang pendidik yang profesional,” pungkasnya.
Sementara dalam laporanya, Ketua panitia, Diana, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai upaya yang dilakukan oleh IGI Katingan, melalui SAGUPASI INI, yaitu untuk memberikan wawasan dan pemahaman kepada guru yang ada di Katingan yang nantinya langsung berhadapan dengan peserta didik untuk memahami dengan benar tentang pendidikan inklusif yang ada di sekolah-sekolah tempatnya bertugas.
“Dengan pemahaman dan implementasi guru yang benar tentang pendidikan inklusi ini akan mengantarkan kesuksesan dalam penerapan pendidikan yang merata dan tak berbatas bagi seluruh siswa maupun anak berkebutuhan khusus (ABK),” katanya.
Hal itu juga, menurunya, mengingat saat ini Indonesia sudah menerapkan pendidikan tidak berbatas, dimana setiap sekolah diharuskan mau menerima siswa atau ABK di sekolah semua jenjang pendidikan. Dengan demikian kegiatan tersebut menjadi salah satu program kegiatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten katingan dalam rangka memajukan katingan cerdas.
“Sosialisasi ini mengundang 47 sekolah yang ada di katingan diantaranya kepala sekolah dan guru -guru mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP. Adapun hasil yang ingin dicapai beguna bagi para pemangku kepentingan di sekolah, berkaitan dengan kebijakan di sekolah untuk menerapkan pendidkan inklusi disekolahnya,” pungkasnya.
(ar/beritasampit.co.id)











