Miris! Ada Warga Seruyan Tinggal Dibekas Kandang Ayam

KUALA PEMBUANG – Warga kurang mampu di Sungai Mitak, Desa Persil Raya, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan tinggal di sebuah gubuk bekas kandang ayam milik keluarganya.

Nuryana (35) namanya. Ternyata ia bersama anaknya Halimah (15) sudah tinggal kurang lebih tiga tahun dibekas kandang ayam berukuran 3×3 meter, berada di samping kandang sapi belakang rumah warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ibu satu anak ini selama ini belum pernah diberikan bantuan oleh pemerintah setempat yang memadai. Padahal seperti yang diketahui, setiap tahun dipastikan ada dana yang dikucurkan pemerintah pusat untuk warga kurang mampu seperti rehab rumah tidak layak huni melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Seruyan yang nilainya mencapai Rp15 juta untuk setiap rumah, hingga bantuan material berupa seng melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMDes). Bahkan, Kapala Desa (Kades) Persil Raya pun tidak pernah bekunjung, apalagi membantu.

Menurut Nuryana, selama ini ia hanya pernah mendapat bantuan beras reskin, namun sekarang tidak ada lagi.

Lanjutnya, pekerjaan yang digeluti sehari-hari tidak menentu. Terkadang dia mengambil upah menanam padi hingga mencarikan sayur untuk orang. Untuk berangkat bekerja Nuryana menggunakan sepeda pancal karena perjalanan menuju tempatnya bekerja jauh dari pemukiman.

“Penghasilan tidak menentu paling banyak Rp30 ribu sehari, itu sudah besar,” ujarnya.

Beruntung digubuk itu Nuryana, tidak dibebankan biaya apapun kecuali untuk penerangan sebiji lampu yang dibayar semampunya.

Dengan kondisi seperti itu, Nuryana juga tidak terlalu berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah karena menurutnya, setiap hari dia hanya fokus bekerja apa saja untuk membiayai kebutuhannya sehari-hari serta keperluan sekolah anaknya.

“Setiap hari kan anak saya juga perlu uang jajan di sekolah,” terangnya.

baca juga ...  SURABAYA JADI KOTA TERPOPULER DI AJANG GUANGZHOW AWARD

Meski demikian, Nuryana mengaku tidak kesulitan untuk mencari air untuk MCK karena gubuknya berada tidak jauh dari sungai Seruyan.

Keluarga Nuryana, Istri Misba mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi itu. Menurutnya, bekas kandang ayam miliknya itu sebenarnya kurang layak huni. Kandang ayam itu sudah beberapa kali diperbaiki karena pondasinya hanya terbuat dari kayu seadanya.

(rdi/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!