PALANGKA RAYA – Mengenang dan merefreksikan gerakan aksi demontrasi besar-besaran yang menuntut untuk diturunkannya Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Prof Ferdinand 10 April 2017 lalu, Alumni serta inisiator aksi tersebut kembali rapatkan barisan dalam pertemuan di sekretariat Badang Elsekutif Mahasiswa (BEM) UPR, Selasa (10/04/2018) malam
Aksi demonstrasi yang mengundang kemarahan hampir tiga ribu mahasiswa UPR turun menuntut Rektor pada 10 April 2017 ini juga menyebabkan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) yang di wakili Plt Sekda pemprov Kalteng Syahrin Daulay untuk turun menghadapi masa aksi waktu itu.
Saat jalannya aksi mahasiswa 104, masa aksi makin memanas, sebab Rektor UPR Prof Ferdinand tidak dapat ditemui mahasiswa, hingga mahasiswa disemprotkan dengan alat pemadam kebakaran oleh oknum security kampus dan berlanjut dengan diadakan ruang audiensi. Sampai terjadi pemukulan pada mahasiswa yang diduga dilakukan satpam UPR usai audiensi.
Bahkan beberapa waktu setelah digelar aksi demostrasi yang digelar oleh ribuan mahasiswa UPR di depan gedung rektorat, terjadi penyerangan oleh orang tak dikenal di sekretariat BEM UPR hingga merusak kaca pintu.
Jika dikoreksi kembali, munculnya gerakan 104 ini dilakukan lantaran persoalan transparansi dan akuntabilitas di UPR tak kunjung di tuntaskan oleh pihak birokrasi kampus, sesuai dengan yang seharusnya dan sesuai dengan keinginan mahasiswa yang merasakan keadaan kampus UPR.
Menurut Presiden mahasiswa UPR demisioner (2016-2017) Aly Assegaf yang diundang khusus oleh pengurus BEM UPR dan beberapa inisiator aksi 104 lainnya, bahwa gerakan 10 4 memang penting dilakukan refleksi, agar meningkatkan proses adaptasi mahasiswa terkait gerakan-gerakan mahasiswa kedepan.
“Refleksi ini untuk membandingkan pergerakan mahasiswa baik sebagai penyambung lidah rakyat maupun sebagai kaum akademisi yang bertujuan membentuk kemajuan sebuah peradaban pemuda dan mahasiswa,” tutur Aly Assegaf.
Sementara itu, Jimmy Balantikan S. sebagai Presiden Mahasiswa UPR 2017-2018 mengatakan, ia bersama mahasiswa UPR dalam merefleksi gerakan mahasiswa 104 merupakan langkah peduli akan kemajuan kampus dan gerakan mahasiswa.
“Kedepan kita mahasiswa akan selalu mencoba untuk bersinergi terhadap lembaga kemahasiswaan kampus untuk tetap selalu mengkritisi kebijakan yang dirasa tidak tepat dan mengkritisi hal-hal yang salah. Dalam momentum ini kita tetap konsisten terhadap gerakan mahasiswa kampus,” tegas Jimmy Balantikan S.
(sps/beritasampit.co.id)
EDITOR: MAULANA KAWIT











