Pelepasan Pulang Basamo Beraroma Politis

JAKARTA – Acara Pelepasan Pulang Basamo ke Nagari Saniangbaka, Sumatera Barat agak tercoreng dengan persiapan yang kurang matang sehingga musik pengiring lagu kebangsaan Indonesia Raya kurang sempurna.

Ketika baru beberapa bait lagu mangiringi Indonesia Raya musik pengiring tersendat beberapa detik kemudian berkumandang lagi, tersendat lagi sehingga kejadian tersendat itu sampai tiga kali, akhirnya normal.

Padahal di acara itu sangat formal dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Waket DPRD Provinsi DKI H Lulung dan tokoh Nasional Rizal Ramli.

Sementara setelah lancar musik dan hadirin berdiri melantunkan Indonesia Raya, tiba-tiba datang mobil membawa Ketua MPR Zulkifli Hasan merapat di pintu masuk tenda acara.

Setelah keluar dari mobil beberapa langkah mau menuju pintu masuk yang sudah ditunggu oleh penjaga pengalung untaian bunga. Dia pun berhenti dan berdiri tegak ke arah para peserta menyanyi kan Indonesia Raya. Menghormati lagu kebangsaan.

Selesai terdengar melantunkan lagu kebangsaan Indonesia, Zulhasan baru bergerak melangkah maju dan mau masuk dikalungi rangkaian bunga.

Dalam acara sambutan terdengar Waket DPR Fadli Zon memberi pujian kepada perantau dari Padang yang sukses dan dari hasil itu mengatakan acara Pulang Basamo.

“Ini luar biasa, mereka yang merantau dari Desa Saniangbaka daerah kecil, mampu memulangkan warganha sebanyak 15 buah bus juga diiringi 500 mobil pribadi,” kata Fadli.

Dia juga menyinggung soal Padang punya tokoh yang berpengaruh pada pembentukan negara Indonesia seperti Bung Hatts, Bung Sjahrir tapi kontribusi untuk Sumatera Barat belum banyak..

Sedangkan Ketua MPR Zulhasan mengajak peserta Pulang Basamo untuk melihat kenyataan dengan bertanya, “Hidup sekarang tambah enak atau sudah?” Serentak menjawab susah!

baca juga ...  Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia 28 November, BRGM Gencar Lakukan Penanaman Mangrove

Ekonomi sekarang ini baik atau tidak, dijawab serentak Tidak

“Saya tidak ingin melanjutkan nanti Pak Fadli bilang ganti presiden,” ujar Zulhasan sambil tertawa diikuti Fadli dan lainnya.

Sedangkan Rizal Ramli memanfaatkan panggung sebagai arena kampanye yang.menjanjikan jika jadi Presiden RI maka akan meninjau ke Desa Saniangbaka.

“Bahkan saya akan menangkap 100 orang yang korup merusak negara ini. Saya akan penjarakan di Kalimantan yang banyak nyamuk Malaria sehingga secara HAM tidak melanggar malsh Malaria yang melanggar HAM,” ujarnya.

Rizal juga meminta agar Orang Padang hioangkan tidak percaya diri seperti tidak yakin bahwa yang jadi Presiden RI tidak bisa dari Padang.

“Saya ingin merubah pandangan itu. Bahkan saya jadi Change Master. Kenapa tidak bisa, karena jika semua orang Padang bersatu dan terkumpul 15 persen dukungan suara untuk saya, maka bisa jadi Presiden RI,” katanya bersemangat.

(jan/Beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!