Inilah Catatan Penting Sejarah Pembentukan CDOB Katingan Utara

KASONGAN – Sekretaris Badan Pekerja Persiapan Pemekaran Kabupaten (BP3K) Katingan Utara (Katara) Yanel SE, menjelaskan bahwa pertemuan gagasan awal pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Katingan Utara dimulai dengan dilaksanakannya rapat pada 11 Maret 2015 lalu, di rumah Dr Suriansyah Murhaini, SH MH di Jalan Sutanegara, Kota Palangka Raya yang dihadiri oleh para penggagas yang dimotori oleh Pengurus Himpunan Warga Katingan ( PHWK ) di Palangka Raya.

Dalam pertemuan itu menurutnya, tercatat beberapa tokoh yang hadir, yakni seperti Dr Suriansyah Murhaini SH MH yang merupakan penggagas dan juga selaku tuan rumah, serta H Karyadi S Sos, MAP, yang juga merupakan seorang penggagas.

” Kemudian, Yanel SE, sebagai salah satu motor penggerak percepatan pembentukan CDOB Katingan Utara, lalu para PHWK Palangka Raya, yaitu Yuluus Tri SH, Cindra Kirana SH, Asliata, dan masih banyak lagi nama-nama lainnya yang hadir saat itu. Inilah pertemuan awal cikal bakal pembentukan CDOB Katara,” ucapnya.

Setelah itu dirinya menjelaskan, pada 25 Maret 2015, diadakan musyawarah masyarakat Katingan Utara untuk pembentukan Tim 17. Tujuan tersebut tidak lain dalam rangka pembentukan CDOB Katingan Utara yang dilaksanakan Rumah Betang Bintang Patendu, Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah.

Pada 28-29 Oktober 2017, dilakukan lagi musyawarah Besar Masyarakat Katara dilaksanakan di Rumah Betang Bintang Patendu, Tumbang Manggu dalam rangka pembentukan Badan Pekerja Persiapan Pembentukan Kabupaten Katingan Utara atau disingkatan BP3K Katingan Utara.

Oleh sebab itulah, BP3K Katara dan Tim 17 Katara inilah yang akan berjuang bahu membahu mempersiapkan segala sesuatu sehubungan dengan proses percepatan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Katingan Utara.

baca juga ...  Tingkatkan 10 Programnya, Ini yang Dilakukan TP PKK Kotim

” Dari awal pelaksanaan sampai hari inilah, BP3K Katara dan tim 17 Katara yang terus bekerja dan berproses, mohon dukungan dan doa dari seluruh warga Katara agar perjuangan panjang ini bisa terrealisasi dengan baik. Katara titipan dari anak cucu kita, mari kita perjuangkan. Salam Hapakat, belum bahadat,” pungkasnya.

(ar/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!