2018 Ini, Kebakaran Lahan Berpotensi Lebih Tinggi

SAMPIT – Pada akhir bulan Juli 2018 sampai September 2018, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) memasuki musim kemarau. Untuk tahun ini, musim kemarau relatif tinggi dibandingkan tahun 2016 dan 2017.

“Kalau tahun 2016/2017 musim kemaraunya yaitu kemarau basah, yang artinya masih ada curah hujan, sedangkan untuk tahun ini bukan kemarau basah melainkan kemarau kering. Yang artinya kemarau tahun ini jarang terjadi hujan atau curah hujannya sangat minim,” ucap Kepala Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nur Setiawan, melalui Kepala Kelompok Teknisi, Rahmat Wahidin Abdi, Senin (16/7/2018).

Menurut prediksi BMKG, untuk tahun ini Kabupaten Kotim potensi kebakaran hutan dan lahan lebih tinggi, disebabkan kelembaban udara yang cukup rendah, sehingga membuat penyebaran Api relatif cepat meluas.

“Untuk tahun ini potensi kebakaran hutannya lebih tinggi, dan potensi Karhutla akan terjadi di Kotim bagian tengah dan selatan, yaitu Kecamatan Ketapang, Baamang, Antang Kalang, Kota Besi, Mentaya hilir Utara, Seranau, Cempaga, Cempaga Hulu, Telawang, Pulau Hanaut, dibandingkan wilayah utara ” tuturnya.

Musim kemarau kering saat ini, Abdi berharap masyarakat tidak membakar lahan dengan sengaja, dan pemeritah Daerah diharapkan melakukan antisipasi segera mungkin agar tidak terjadi penyebaran kebakaran yang luas.

(put/beritasampit.co.id)

baca juga ...  Nyimpan Sabu 52,12 Gram, Pria Ini Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!