PALANGKA RAYA-Warga Jalan Manjuhan, Palangka Raya menanam pohon pisang di sejumlah titik rusak pada ruas jalan tersebut. Ditanamnya pohon pisang tersebut sebagai aksi protes kepada Pemerintah Kota Palangka Raya yang dinilai kurang memperhatikan kenyamanan kepentingan umum tersebut.

Bahkan di plang nama jalan digantung kertas bertuliskan nada protes. “Jalan rusak. Dijual jalan ukuran 9×15 Km. Jalan Manjuhan,” tulis ptotes warga setempat.
Menanggapi aksi protes warga tersebut, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto mengatakan, proses pembangunan yang ada di Kota Palangka Raya hampir semua pengajuan dari eksekutif telah diterima oleh DPRD Kota Palangka Raya.
“DPRD menerima pengajuan, hanya porsinya tidak seberapa. Jadi itu yang harus dipahami dari proses dulu. Dengan Walikota yang baru, kita sudah sepakat mulai 2019 ini kita konsentrasi ke insfrastruktur jadi ya harus sabar,” jelas Sigit, via whatsapp, Kamis (7/3/2019).
Diakui Sigit, anggaran dari APBD Kota Palangka Raya sangat terbatas. Namun antara legislatif dan eksekutif sudah sepakat untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur dimulai 2019 ini.

“Anggaran yang ada punya keterbatasan. Tapi sudah sepakat, untuk insfrastruktur star di 2019. Nanti yang belum masuk ya harus sabar. Karena dana ada keterbatasan, harus bergantian,” tukasnya.
“Intinya dengan Pak Walikota sekarang sudah sepakat untuk mulai memeperbaiki infrastruktur. Tidak hanya di 2019, tapi berlanjut yang belum dapat giliran ya harus menunggu karena ada keterbatasan anggaran,” ucapnya menimpali.
(gra/beritasampit.co.id)












