LAMANDAU – Kerajinan khas Kabupaten Lamandau untuk pertama kalinya tampil di ajang INACRAFT 2026. Momentum ini dimanfaatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lamandau untuk memperluas pasar produk UMKM sekaligus mengenalkan kekayaan budaya daerah ke tingkat nasional dan internasional.
Ketua Dekranasda Kabupaten Lamandau, Norol Latifah, memimpin langsung keikutsertaan daerah pada pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara tersebut dengan membawa berbagai produk unggulan hasil karya pengrajin lokal.
Menurut Norol, keikutsertaan perdana di INACRAFT menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing kerajinan Lamandau agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Keikutsertaan perdana Dekranasda Lamandau di INACRAFT 2026 merupakan komitmen kami untuk memperkenalkan kerajinan khas daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Kami ingin produk-produk pengrajin Lamandau semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya. Senin, 29 Juni 2026
Ia mengatakan setiap produk yang dipamerkan memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi identitas budaya Kabupaten Lamandau yang patut diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Kami berharap kehadiran di INACRAFT tidak hanya membuka akses pasar bagi UMKM, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan budaya dan identitas Kabupaten Lamandau melalui hasil karya para pengrajin lokal,” katanya.
Berbagai kerajinan berbahan lokal ditampilkan dalam pameran tersebut untuk menarik perhatian pengunjung, pelaku usaha hingga calon pembeli dari berbagai daerah dan luar negeri.
Dekranasda berharap keikutsertaan di INACRAFT 2026 menjadi awal bagi produk kerajinan Lamandau semakin dikenal luas sekaligus membuka peluang kerja sama yang berdampak pada peningkatan ekonomi kreatif daerah. (Andre)












