Oktober 2019, Daging Ayam Ras Sumbang Inflasi di Kalteng

– Pada bulan Oktober 2019 Provinsi mengalami inflasi sebesar 0,48 persen. Inflasi tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa komoditas yang memberikan pengaruh gejolak harga di dua wilayah yang jadi acuan yakni Kota dan Sampit.

Hal tersebut disampaikan oleh wakil ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi (Kalteng) dalam press release yang dilaksanakan di ruang rapat Asisten Setda setempat, , Senin (4/10/2019).

“Kelompok volatile foods dan kelompok adminsitred price menjadi kelompok penyumbang inflasi pada Oktober 2019,” ucap Setian.

Selain daging ayam ras ada beberapa komoditas yang menyebabkan inflasi di diantaranya angkutan udara, ikan nila, ikan bakar dan ikan gabus. Sementara itu untuk Sampit selain ayam ras komoditas penyebab inflasi diantaranya emas perhiasan, kacang panjang, pisang dan jeruk.

Sementara itu dalam rangka menjaga stabilitas pasar TPID Provinsi Kalteng akan tetap melaksanakan program rutin diantaranya pemantauan harga pasar, menjaga ketersediaan dan lancarnya distribusi bahan pokok khususnya yang berasal dari luar daerah.

Kemudian TPID Provinsi Kalteng juga akan melaksanakan peningkatan kualitas kolam penyangga, kandang penyangga dan pasar penyeimbang untuk menjaga kestabilan harga, program supply chain ayam segar beku dan menggelar press release dalam rangka pengendalian ekspetasi masyarakat.

(apr/beritasampit.co.id)

baca juga ...  Harga Emas Turun, Perhiasan Ini Yang Paling Laris
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!