SAMPIT – Penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak hanya didominasi para kandidat yang sudah mendaftar ke beberapa partai politik lainnya. Disisi lainnya, Aswin Nur yang awalnya jalur independen juga ikut merapat.
“Langkah ini kami ambil sebagai antisipasi apabila jalur independen tidak memenuhi jumlah persyaratan dukungan fotokopi KTP elektronik,” ujar Aswin saat diminta alasannya mendaftar ke DPC PKB Kotim, Jumat 10 Januari 2020.
Dia menegaskan, untuk sementara jumlah dukungan fotokopi KTP elektronik yang terkumpul mencapai 20.000 jiwa. Dukungan itu tersebar sekitar 10 kecamatan yang ada di Kotim. Sedangkan KPU hanya menentukan minimal 9 kecamatan.
Akan tetapi, kata Aswin, jalur partai politik tetap jadi alternatif apabila jalur perseorangan dianggap kurang menguntungkan.
“Sejak awal menyatakan siap maju Pilkada saya sudah berpasangan, ternyata tidak ada yang serius sehingga alternatif partai politik tetap ditempuh,” tegas Aswin yang juga menjabat Kepala Desa Ujung Pandaran ini.
Melalui PKB ini, sambungnya, sangat berharap akan mendapatkan rekomendasi. “Siapa tahu nanti bisa diusung sebagai wakil bupati dari PKB,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kotim Shohibul Hidayah mengatakan, seluruh berkas bakal calon yang telah diserahkan ke panitia penjaringan sudah diterima dan memenuhi persyaratan.
“Saya harapkan Bung Aswin mengikuti tahap-tahapan selanjutnya pada Juni mendatang,” sarannya.
(ifin/beritasampit.co.id)











