Pasar Eks Mentaya Tak Mau Ditempati Pedagang, Uang APBD Puluhan Miliar Rupiah Dinilai Sia-sia

Berita Sampit
INSPEKSI : Drm/BS - Salah Satu Pedagang Pasar Eks Mentaya Saate Tunjukan Keruskan Kepada Ketua Komisi II DPRD Kotim Hj Darmawati baru ini.

SAMPIT – Dari hasil inpseksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur ke lokasi bangunan Pasar Eks Mentaya pada Selasa 11 Februari 2020 sore kemarin itu membuat empat orang anggota dewan itu tercengang melihat kondisi dilapangan.

Pasar yang dibangun sejak tahun 2012 lalu menggunakan anggaran APBD sebesar kurang lebih 29 Miliar Rupiah itu sudah dalam kondisi rusak parah. Bahkan Ketua Komisi II DPRD Hj Darmawati dalam hal ini menyayangkan hal tersebut. Menurutnya selain tidak layak, bahkan para pedagang enggan berjualan di kios pasar tersebut.

BACA JUGA:   Disdik Kotim Sebut 8.563 Siswa Kelas VI SD Ikuti PSA

“Kami sudah cek lapangan kamaren sore, dan kondisinya sangat tidak layak, selain sudah rusak karena dinding dan lainnya ada yang bolong, para pedagang juga tidak mau menempati pasar tersebut karena luasannya yang dinilai tidak sesuai,itu harus segera diperbaiki, kalau dibiarkan seperti itu uang APBD Puluhan Miliar jadi sia-sia,”Ungkapnya Rabu 12 Februari 2020 siang tadi.

Bahkan menurutnya jika melihat kondisi dilapangan, dan melihat kerusakan-kerusakan pasar eks mentaya tersebut dimana selain ada genangan air bekas rembesan hujan, banyak kios yang pintu kiosnya rusak dan lepas, bahkan plafon rusak, serta dinding yang jebol, padahal kios tersebut belum di fungsikan.

BACA JUGA:   DPMPTSP Kalteng Gelar Forum PTSP dan Rakor Asistensi Penerapan PTSP se-Kalteng

Darmawati sendiri menegaskan pihaknya dalam hal ini akan melakukan evaluasi dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna menindaklanjuti keluhan masyarakat terutama pedagang yang hingga saat ini tidak mau memfungsikan kios pasar tersebut.

“Kita tentunya akan evaluasi, supaya pasar tersebut segera diperbaiki, sementara apa yang menjadi keluhan utama yang menyebabkan kios tersebut enggan ditempati para pedagang maka hal itulah yang nantinya akan kami sampaikan ke pemerintah daerah,” Tutupnya.

(Drm/beritasampit.co.id)