PALANGKA RAYA – Bukan hanya masker dan alkohol saja yang mengalami kelangkaan ataupun kekosongan. Alat pengatur suhu yakni Thermometer Infrared juga mengalami kelangkaan bahkan harganya mahal.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan bahwa pihaknya sedikit kesulitan mencari alat tersebut. Bahkan untuk di Kalteng khususnya Palangka Raya alat tersebut kosong atau tidak ada yang menjual.
“Sulit mencarinya mas, kalau mau mesan biasanya kita inden dahulu,” kata Suyuti Samsul, Minggu 22 Maret 2020
Dirinya menyayangkan kelangkaan alat yang sangat dibutuhkan saat ini, meski begitu pihaknya terus mengupayan alat tersebut tetap ada dan bisa digunakan untuk mendeteksi corona di Kalteng.
“Semoga saja ini tidak jadi kesempatan pihak tertentu untuk meraup untung,” bebernya
Walaupun begitu, Dinas Kesehatan sendiri sudah memiliki beberapa unit untuk mengukur suhu badan masyarakat Kalteng. Fungsinya jika diatas 37,5 derajat Celcius itu sudah masuk ciri ciri terjangkit virus corona.
“Namun itu harus dites lebih lanjut kesehatannya, jika diatas tersebut memang masuk ke salah satu ciri-ciri,” Ucapnya.
Bahkan, ketika awak media ini mencoba mencari alat tersebut benar saja banyak yang kosong. Bahkan ada satu tempat yang menjual dan itu harganya fantastik.
“Rp 2,5 Juta mas, karena sudah dari sananya segitu,” ucap salah satu penjual.
(aul/beritasampit.co.id)











