PANGKALAN BUN – Dampak wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai terasa bagi masyarakat yang bergelut pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti yang dialami S Tedjo pemilik toko kue di Jalan Ratu Mangku pasar burung panggung, kini omzet penjualannya menurun hingga 75 Persen.
“Sekarang sepi sekali baik pembeli yang datang langsung ke toko ataupun pesanan kotakan snack dari kantor kantor sekarang tidak ada lagi, sejak wabah virus corona ini omset penjualan menurun hingga 75 Persen,” kata S. Tedjo  Selasa 14 April 2020.
Usaha yang dirintisnya sejak tahun 1999 dan mempekerjakan 14 orang karyawan ini, disaat musibah Covid-19 hanya bisa bertahan dan tetap membuka meski pendapatan tidak sama sebelum wabah virus corona. Karena bagi Tedjo yang terpenting tetap ada pemasukan demi kelangsungan hidup karyawannya.
“Sejak di berlakukan kerja dari rumah, dan adanya sistem batasan sosial distancing dan pysikal distancing, otomatis masyarakat banyak memilih tinggal di rumah mengikuti aturan dari pemerintah daerah agar terhindar dari penyebaran virus Corona,” ujar S Tedjo.
Saat ini lanjut Tedjo, tidak ada lagi pesanan snack untuk rapat-rapat kantor, pesanan snack untuk acara Islam bahkan perpisahan anak-anak sekolah pun sudah tidak ada lagi. Dimana untuk saat ini hanya bisa bertahan meski harga bahan untuk pembuatan kue naik semua seperti telur, gula dan tepung terigu.
Menurut Tedjo dalam mempertahankan usahanya itu, kini Toko Kue Fajar baru juga menerima pesanan antar ke tempat, itu pun pemesannya tidak seberapa. Meski gencar promosi di media sosial.
“Wabah virus corona ini benar-benar berdampak besar pada perekonkmian masyarakat kita, dan kami tidak tahu sampai kapan ini akan berakhir, semua perekonomian mulai lesu tetapi harga di pasar terus merangkak naik,” imbuh Tedjo.
Meski omzet penjualan mengalami penurunan drastis, Tedjo tetap akan mempertahankan karyawannya. (Man/beritasampit.co.id).










