Karya Nyata Prajurit Sejati Membangun Ketertinggalan

SAMPIT – Deru mesin kelotok meraung, menyibak arus dan di hamparan sungai berlumpur. Mesin kelotok terus melaju, menyisir bentangan anak sungai yang kanan-kirinya meliuk dedaunan tumbuhan pakis dan tingginya pohonnya kelapa dengan suasana rindang yang menentramkan  hati dan pikiran.

Pulau Hanaut, ya begitulah masyarakat sekitar menamainya hingga kini menjadi sebuah Kecamatan, dengan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Desa terisolir dari pembangunan yang berada di lingkup dataran hijau itu begitu jauh dari sentuhan pembangunan.

Jika malam menyelinap, suasana  menjadi hening mencekam. Dari kejauhan hanya kegelapan yang terpampang nyata, menyatu dengan pekatnya  kegelapan belantara  yang mengelilingi desa sekitar.

Sampai sekarang ini, beberapa desa yang ada di Kecamatan Pulau Hanaut belum dilengkapi lampu penerangan jalan. Aktifitas warga desa terbatasi dikarenakan minimnya sarana prasarana.

Pulau Hanaut termasuk salah satu daerah terpencil dan terisolir yang menjadi target program TMMD 109 Kodim 1015/Spt.

Dengan keterbelakangannya itu, warga yang mengandalkan hidup dari penjualan hasil pertanian, tentu berharap adanya seberkas cahaya untuk menerangi kegelapan. Pembangunan jalan sekiranya menjadi salah satu persyaratan mutlak untuk mengangkat roda perekonomian masyarakat. (rls)

baca juga ...  Personel Polda Kalteng Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Mudik Lebaran
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!