PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya memaparkan data perbandingan kebakaran hutan dan lahan tahun 2019 dengan tahun 2020 di Provinsi Kalteng dalam rapat koordinasi khusus tingkat menteri perihal evaluasi kegiatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2020 serta antisipasi Karhutla periode puncak kemarau tahun 2021, secara virtual melalui video conference dari Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa 9 Februari 2021.
Total luas terbakar Tahun 2020 sebanyak 787,96 hektare. Luas kebakaran hutan Tahun 2020 menurun sebanyak 12.311 hektare dibandingkan dengan Tahun 2019 berjumlah 13.099,21 hektare, atau sebesar 93,98 persen .
“Untuk jumlah kejadian kebakaran per Kabupaten dan Kota Bulan Januari sampai dengan 31 Desember 2020. Total kejadian kebakaran hutan dan lahan Tahun 2020 sebanyak 781 kali kejadian. Total kejadian kebakaran hutan dan lahan Tahun 2020 menurun sebanyak 1.852 kali kejadian dibandingkan dengan Tahun 2019 berjumlah 2.633 kali kejadian atau sebesar 70,34 persen,” ungkap Habib Ismail.
Habib menambahkan, bahwa berdasarkan data dari Kementerian LHK, mengenai data Luasan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019 – 2020, total luasan terbakar Tahun 2019 sebanyak 635.498 hektare, sedangkan total luasan terbakar Tahun 2020 sebanyak 15.362 hektare. Terjadi penurunan sebesar 620.136 hektare atau 97,58 persen.
Habib Ismail menjelaskan, pemberdayaan masyarakat untuk sumur bor Tahun 2020, total Sumur Bor 2017-2019 adalah 10.905 Unit. Adapun, Masyarakat Peduli Api (MPA) yang sudah dibentuk ada pada 103 Desa di 8 Kabupaten dan Kota se-Kalteng, masing-masing regu/desa adalah 20 orang yakni sekitar 2.060 anggota.
Pemberdayaan masyarakat untuk sekat kanal, total Sekat Kanal 2017-2019 adalah 2.875 Unit. Masyarakat Peduli Tabat (MPT) yang sudah dibentuk ada pada 60 Desa di 8 kab/Kota se- Kalteng, masing-masing regu/desa adalah 10 orang yakni sekitar 600 anggota.
Habib Ismail juga mengutarakan langkah-langkah strategis dan konkret pengendalian Karhutla di Provinsi Kalteng. Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten/Kota membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Karhutla Sampai Tingkat Kelurahan/Desa.
Kedua, Satgas Pencegahan Karhutla Kabupaten/Kota memperkuat upaya pencegahan Karhutla di tingkat tapak diantaranya Sosialisasi, Diseminasi dan pendampingan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar, pelatihan, patroli Bersama.
Langkah yang ketiga yakni, Pemerintah Kabupaten/Kota menentukan status kesiagaan dan darurat Karhutla dengan cepat dan tepat, sebagai dasar Provinsi menetapkan status. Keempat, Pemberdayaan ekonomi masyarakat disekitar hutan.
Kelima, Optimalisasi restorasi gambut. Keenam, Pemantapan personil dan peralatan. Dan Terakhir, Penyediaan anggaran DBH-DR dan BTT APBD Provinsi Kabupaten/Kota.
Upaya Pencegahan Karhutla yang dilakukan diantaranya Implementasi Peraturan Daerah Kalteng Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan, Rapat-Rapat Koordinasi Pemantapan Pencegahan Karhutla. Ada Komitmen Bersama Untuk Mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap 2021,” ucapnya.
Selain itu, melakukan Pelatihan Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang didukung oleh Badan Restorasi Gambut (BRG), optimalisasi Peran Pentahelix dalam Pencegahan Karhutla, mengaktifkan Satgas Pencegahan atau Posko Lapangan di setiap kelurahan/desa yang rawan karhutla seperti personilnya berasal dari unsur Pemerintahan Setempat, TNI, Polri, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Relawan dan melakukan patroli, sosialisasi dan penyadartahuan karhutla serta melakukan Pemadaman baik secara dini atau pemadaman gabung jika ada karhutla.
Diutarakan juga oleh Habib Ismail, kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan Tahun 2021 di Provinsi Kalteng, telah dilakukan penetapan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalteng Tahun 2021, dimulai Maret 2021. Melakukan aktivasi Pos Komando Satuan Tugas Penanganan Darurat Bencana Karhutla Provinsi Kalteng.
Selain itu, menyediakan anggaran penanganan karhutla melalui APBD Provinsi Kalteng (Murni dan DBH DR), Belanja Tidak Terduga, dan Dana Tugas Pembantuan Badan Restorasi Gambut (BRG), kesiapan personel penanganan karhutla di wilayah Kalteng sebanyak 8.312 orang, kesiapan peralatan penanganan karhutla di wilayah Kalteng dan Permohonan dukungan Water Bombing dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ke BNPB.
Habib juga mengatakan, perkiraan personel Satgas Karhutla Provinsi Kalteng 2021 sebanyak 8.312 orang.
Hadir mendampingi Wakil Gubernur Kalteng dalam kegiatan tersebut, diantaranya Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo, Komandan Korem (Danrem) 102/PJG Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Sri Suwanto, Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng Darliansjah serta Kepala Perangkat Daerah terkait. (Hardi/beritasampit.co.id).











