PALANGKA RAYA – Forum Pemuda Kalimantan Tengah (Forpeka) menggelar kegiatan Sekolah Kader Lewu Harati dengan menghadirkan berbagai pemateri nasional maupun daerah. Kegiatan tersebut dimulai pada tanggal 12 Maret hingga 4 April 2021 kedepan, yang dilaksanakan semi virtual zoom meeting.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palangka Raya ini diikuti 30 orang peserta terpilih melalui seleksi ketat dilakukan oleh panitia pelaksana. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas secara virtual.
Salah satu pemateri yang membahas terkait Strategi Menulis di Media, Sonya Helen Sinobor yang merupakan wartawan Senior Kompas, Minggu 21 Maret 2021.
Sonya mengatakan, bahwa menjadi wartawan harus memiliki mental yang kuat, dan berpikir kritis. Untuk berpikir kritis, maka wartawan harus bersikap skeptis, yang artinya harus selalu mempertanyakan hal yang dianggap tidak benar.
“Sehingga wartawan itu harus menulis berita yang memiliki kekuatan, bukan berita ecek-ecek. Menulis berita itu perlu memikirkan apa yang dibutuhkan dan ingin diketahui pembaca,” ucapnya.
Menurut dia, tolak ukur untuk menilai berita seperti aktual, kedekatan dengan pembaca, memiliki dampak atau pengaruh, mengandung unsur konflik, menawarkan perubahan, melibatkan tokoh, ada sisi kemanusiaan dan sesuatu yang baru.
Wartawan untuk memberikan edukasi dan kontrol sosial bagi masyarakat. “Selain itu untuk menyajikan berita harus memberikan informasi yang lengkap kepada para pembaca, salah satu harus ada unsur 5W 1H,” pungkasnya. (Hardi/beritasampit.co.id).











