PALANGKA RAYA – Pada era globalisasi dan masa new era, kaum Bawi (perempuan) Dayak dituntut lebih cerdas dan mampu mandiri.
Inilah yang didorong oleh Asosiasi Bawi Dayak Budaya dan Wisata Kalteng (Asbadata) di hari jadinya yang ke V untuk meningkatkan kemampuan, kreativitas dan inovasi dari Bawi Dayak.
Ketua Asbadata Hj. Muliadina saat memberikan sambutan peringatan Hut Asbadata pada, Sabtu 15 Januari 2022 mengatakan. “Perempuan Dayak harus meningkatkan SDM agat bisa membantu keluarga dan berguna bagi masyarakat,” katanya.
Di tempat yang sama Pembina Asbadata sekaligus Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng Adiah Chandra Sari memberikan motivasi kepada para “Bawi Dayak” dengan mengatakan, bila Bawi Dayak mampu beradaptasi dan pintar dalam memanfaatkan teknologi sangat membantu untuk pelestarian budaya Kalteng.
“Karena sebagai sarana promosi dan sebagai perwakilan suara Dayak, penggunaan teknologi seperti media sosial tentunya membantu orang lebih mengenal kebudayaan dan pariwisata yang dimiliki khususnya kebudayaan Dayak,” kata Adiah, Sabtu 15 Januari 2022.
Sementara itu, Ketua Umum Gerdayak Yansen Binti selain mengucapkan selamat hari jadi kepada Asbadata, dirinya juga berharap dengan adanya kegiatan peringatan Hut Asbadata ke V menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM.
“Ada banyak kegiatan, seperti pameran, bazar dan lomba yang menonjolkan kebudayaan masyarakat Dayak, sehingga ini menjadi motivasi bahwa kebudayaan kita punya nilai ekonomis,” pungkas Yansen. (Auliamirza/beritasampit.co.id).











