Kepala DLH Kotim Perdana Kunjungi KTH Sidodadi, Ini Harapan Kades Rawa Sari

KUNJUNGAN PERDANA : IST/BERITA SAMPIT – Kepala DLH Kotim berfoto bersama di atas lahan KTH Sidodadi, Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng.

SAMPIT – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) telah bergeser. Sebelumnya Sanggul L Gaol, sekarang dijabat H Machmoer. Nah, karena berganti, H Machmoer mengadakan kunjungan perdana ke Kelompok Tani Hutan (KTH) Sidodadi, Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut.

“Kepala DLH Kotim didampingi Sekretaris dan tim serta Camat Pulau Hanaut, mereka cek lokasi KTH Sidodadi yang telah dikelola sejak 2020 sampai sekarang,”  ujar Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto melalui rilis yang diterima wartawan media siber beritasampit.co.id, Selasa 17 Mei 2022.

Sigit menjelaskan, KTH Sidodadi telah melakukan rehabilitasi lahan dan hutan pada kawasan bergambut di luar kawasan. Luasan lahan yang sudah tergarap sekitar 78 hektar dengan spesies tanaman sengon.

BACA JUGA:   RMU Siap Fasilitasi, Peta Wilayah Desa Rawa Sari Diperbaharui

“Diharapkan dengan telah ditanami sengon ini hendaknya terus dijaga, dibersihkan dan dirawat oleh pemilik lahan agar pemanfaatan lahan lebih maksimal, terutama untuk mencegah terjadinya Karhutla,” sarannya.

Sementara itu, Kepala DLH Kotim H Machmoer mengapresiasi program yang telah dijalankan pemerintah desa setempat melalui kelompok tani hutan, sehingga lahan yang dulunya tidak tergarap sekarang sudah bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Saya mengapresiasi program ini, saya juga berpesan supaya kelompok tani yang sudah terbentuk hendaknya mengikuti apa yang sudah disampaikan kepala desa. Tujuannya sudah jelas, tinggal bagaimana bapak dan ibu yang tergabung di kelompok ini tetap semangat menjaga dan merawat lahan yang sudah dikelola sejak 2020 sampai sekarang,” ujar mantan Kepala PUPR Kotim ini.

BACA JUGA:   RMU Bersama RSA Rawa Sari Sepakati Strategi Bersama Cegah Karhutla

Terkait adanya usulan tanam pohon kayu jenis lainnya, Kepala DLH Kotim juga sepakat karena kedepannya masyarakat tidak hanya mengenal spesies pohon sengon saja bahkan yang lainnya seperti pohon kayu meranti maupun ulin.

(ifin/beritasampit.co.id)