KASONGAN – Pertemuan Perdana Peserta Pelatihan/Studi ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) Desa Wisata di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan di Desa Tewang kampung, Kecamatan Mendawai, tanggal 29-31 Agustus 2022.
Pertemuan ini bertujuan untuk mengkaji dan sharing pengalaman bersama dalam mempersiapkan desa sebagai calon Desa Wisata sehingga mampu berkembang menjadi desa yang mandiri dan maju di sektor pariwisata.
Bertindak sebagai Tuan Rumah/Penyelenggara Pertemuan adalah Desa Tewang Kampung, yang mengangkat Tema Merajut Hati Bergandengan Tangan Mengembangkan Desa Wisata dan Menggerakkan Ekonomi Kreatif Untuk Kesejahteraan Masyarakat.
Pertemuan dimulai dengan diskusi pada malam hari untuk mengidentifikasi masalah Desa Wisata di Kabupaten Katingan beserta solusi yang dapat diterapkan untuk memajukan Desa Wisata tersebut.
Pada hari kedua peserta berkunjung ke wilayah PT. Rimba Makmur Utama (RMU) yang terletak di wilayah belakang Desa Tewang Kampung. PT. Rimba Makmur Utama merupakan sebuah upaya untuk melindungi dan merestorasi 157.875 hektar hutan rawa gambut di Kabupaten Katingan dan Kotawaringin Timur di Provinsi Kalimantan Tengah.
Melalui Katingan Mentaya Project, sekitar 108.000 hektar wilayah restorasi berada dalam wilayah Kabupaten Katingan.Bupati Katingan Sakariyas menyempatkan diri melakukan kunjungan ke wilayah PT. Rimba Makmur Utama.
Bupati Katingan juga melakukan penanaman pohon di wilayah restorasi PT. Rimba Makmur Utama. Selain melakukan kunjungan dan menanam pohon, Bupati juga berkenan menyampaikan sambutan.
“Sebagian besar wilayah restorasi PT.RMU lebih dari 50 % dari sekitar 138.000 hektar atau 108.000 hektar wilayah ada di Kabupaten Katingan. Karena itu saya usul agar PT.RMU juga membangun Kantor perwakilannya di kasongan,” ujar Sakariyas.
Untuk diketahui bersama, objek wisata yang ditawarkan oleh Desa Tewang Kampung Kecamatan Mendawai yakni sebuah Pulau yang terletak ditengah sungai Katingan yang berada tepat di depan kawasan Desa. Pulau tersebut bernaa Pulau Langkapuri, yang berbentuk seperti perahu terbalik.
Panjang Pulau Langkapuri kurang lebih 1220 M dan Lebar sekitar 300 M, dengan luas wilayah sekitar 17 Hektar. Pulau ini dihuni oleh berbagai satwa dan unggas yang tampak masih asri dan alami, diantaranya kera ekor panjang yang biasa disebut Bakara dalam bahasa Daerah atau Bekantan dalam Bahasa Indonesia
Untuk diketahui peserta pertemuan berasal dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dainas Kopererasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa dan Bagian EKSDA Sekretariat Daerah, serta Kepala Desa seperti Kepala Desa Jahanjang, Kepala Desa Karuing, Kepala Desa Baon Bango, Camat Katingan Hulu, Camat Katingan Tengah, Camat Kamipang, Camat Mendawai.
(Kawit)











