Kebun Raya Katingan Terus Dikembangkan

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten  Katingan terur mengembangkan Kebun Raya agar menjadi destinasi wisata alam yang sangat menarik.

Pemerintah Kabupaten Katingan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bahkan kembali melakukan penanaman pohon, juga sekaligus melepaskan bibit ikan.

Bupati Katingan Sakariyas mengatakan, pengembangan kebun raya ini memang membutuhkan waktu, dan proses yang cukup panjang.

Untuk mendukung keberadaan kebun raya ini, ujar Sakariyas, memang sangat banyak fasilitas pendukung dari sisi sarana prasarana yang perlu dilakukan di kawasan tersebut.

Bahkan dia berkeinginan, seperti di daerah lain, nanti dibangun sebuah kereta listrik yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk berkeliling di kawasan kebun raya. Tak hanya itu, masih banyak hal lain yang perlu dibangun di tempat itu, secara bertahap.

“Saya berharap untuk tanaman yang kita tanam selama ini, betul-betul dirawat, dan dijaga dengan baik. Sehingga nanti bisa tumbuh dan berkembang. Kita tanam ada banyak buah-buahan lokal, seperti durian, nangka, jeruk dan sebagainya. Selain itu kita juga melepaskan bibit ikan,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, maupun Provinsi Kalimantan Tengah. Dimana selama ini telah mendukung sepenuhnya untuk pengembangan Kebun Raya Katingan.

“Bahkan kita saat ini ada mendapat bantuan sebuah alat berat jenis exsavator, dari Kementerian PUPR. Alat ini kita gunakan untuk membuka lahan di kawasan kebun raya ini. Jadi kita tidak menyewa. Tinggal beli minyak, dan menyiapkan operatornya saja,” jelas orang nomor satu di Katingan ini.

Sebelumnya, Kepala DLH Katingan Hap Baperdo menyampaikan, dalam giat penanaman pohon ini, 1.600 pohon buah-buahan yang ditanam dengan luas lahan yang baru dibuka, seluas empat hektare.

Sedangkan jenis tanaman yang ditanam ada durian, nangka, rambutan, jeruk, hingga tanaman bambu. “Perlu diketahui juga untuk jenis tanaman yang sudah kita tanam di kebun raya ini ada 1.177 jenis. Ini tercatat semua, ada data base nya. Disini juga perlu diketahui, tidak boleh sembarang tanam. Ada aturan dan ketentuannya. Kita juga selalu koordinasi dengan LIPI,” ujar Hap.

baca juga ...  Wisatawan Betah di Wisata Alam Panggu Alas

Selanjutnya terkait dengan pelepasan bibit ikan jenis patin, menurutnya, ide itu berawal dari adanya bekas galian di kawasan kebun raya. Karena tidak mungkin dilakukan penimbunan, maka dia berpikir untuk menggali sekaligus bekas galian itu, untuk dijadikan kolam ikan. Oleh sebab itulah dimomentum penanaman bibit tanaman, diselingi dengan pelepasan 1.000 bibit ikan patin.

“Ini nanti bisa menjadi kolam pemancingan bagi pengunjung kebun raya,” tandasnya.

(Hms)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!