SAMPIT – Penyakit Insfeksi Saluran Pernapasan (ISPA) menjadi kasus tertinggi yang ditangani Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Baamang 1, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, selama bulan Juli 2022.
Data dari tanggal 1 sampai 28 Juli ini tercatat jumlah penderita Ispa yang telah tertangani mencapai sebanyak 725 pasien.
“Untuk jumlah kunjungan pasien pada poli klinik umum sebanyak 533 orang, dan di Poli Anak sebanyak 192 orang,” kata Kepala Puskesmas Baamang 1 Supriadi, Kamis 28 Juli 2022.
Penyebaran penyakit ini diduga akibat debu dan bakteri pada udara, selain itu faktor cuaca yang telah memasuki pancaroba.
Terkait dengan cukup tingginya penderita ISPA ini, membuat petugas Puskesmas Baamang 1 lebih meningkatkan penanganan guna mendeteksi pencegahan adanya virus korona.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada ditemukan pasien yang terpapar Covid, cuman keluhan batuk, pilek dan hidung mampet, dan kadang disertai dengan badan agak panas, gejala ISPA pada umunnya,” ucapnya.
Meski demikian pihaknya tetap mewaspadai terjadi kasus yang tidak diketahui, karena diketahui masih ada kasus Covid-19 di Kalimantan Tengah.
“Seperti di Palangka Raya ada ditemukan kasus Covid-19, dan alhamdulillah di Kotim, khusus di Puskesmas Baamang 1 ini tidak ada kasus,” imbuhnya.
Untuk penanganan Ispa, Puskesmas Baamang 1 juga ada pelayanan managemen balita sakit, dalam upaya pencegahan dan menjaga balita tetap sehat.
“Yang kita khawatirkan adalah balita, karena jika sakit orang rumahnya juga ikut sakit. Makanya dokter menangani Ispa kita arahkan penyuluhan kepada orang tuanya, mengutamakan protokol kesehatan. Artinya ada pencegahan, istirahat yang cukup, dan apa bila anaknya masih dalam terapi ASI, maka diwajibkan tetap memberikan ASI,” jelas Supriadi.
Ditambahkan berkaitan dengan vaksinasi tahap ketiga, untuk Puskesmas Baamang 1 sudah mencapai lebih dari 75 persen.
Sebelumnya, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, mengungkapkan bahwa sudah hampir 2 bulan belakangan ini, Kotim telah terbebas dari Covid 19.
Dirinya berharap warga Kotim yang terpapar virus korona sudah tidak ada lagi, seiring dengan kesadaran masyarakat yang telah mau di vaksin tahap ketiga, serta tetap mengedepankan protokol kesehatan dalan keseharian.
(ilham)











