Psikolog: Kita Tidak Sadar Menjadi Pelaku Bullying 

SAMPIT – Psikolog pendidikan Ludia Swastika mengatakan bahwa bullying merupakan bentuk penindasan dari satu maupun kelompok orang dengan tujuan menyakiti atau mengejek kepada orang lain secara terus-menerus, bisa di rumah, di sekolah, maupun lingkungan kerja.

Hal itu disampaikan saat menjadi nara sumber pada talkshow tentang perilaku bullying yang digagas Organisasi Putra Daerah Kotawaringin Timur (Kotim) Berkarya, Sabtu 27 Agustus 2022

Menurut Ludia, perilaku bullying diantaranya merusak barang orang lain, memeras uang, mengejek, melihat dengan sinis, mengancam dengan kekerasan, panggilan nama-nama aneh dan menyebarkan gosip buruk pada orang lain.

“Karena kita juga tidak sadar menjadi pelaku karena niat hanya bercanda tapi bagi orang lain menyakitkan hati, maka hendaknya kita berhati-hati terhadap perkataan karena bisa hal kecil dapat berdampak besar pada orang lain,” imbuhnya.

Dia melanjutkan bahwa pihak yang menyaksikan dan membiarkan maka juga berbahaya karena lama-lama perilaku bullying tersebut akan dianggap wajar oleh masyarakat.

Dikatakan lagi, bahwa pelaku bully bisa disebabkan karena dahulu juga menjadi korban bullying, kurang kasih sayang orang tua, pengawasan disiplin yang lemah, pengaruh adegan tidak baik misalnya kekerasan di internet atau tv.

Bagi korban agar tidak depresi dan bangkit adalah dengan rajin beribadah, membangun rasa percaya diri, orangtua membuka diri untuk anak bercerita maupun mendampingi dalam menyerap informasi di internet, seperti konten yang kurang baik

“Orang tua juga harus terbuka untuk anak menerima masukan serta curhat dari anaknya dan dari sekolah harus ada peraturan anti bullying,” imbuhnya.

Ludia mengatakan bahwa pemulihan bagi korban maupun pelaku adalah dengan meningkatkan daya tahan, dari pelaku semakin tahan dengan kontrol diri untuk tidak melakukan perilaku kurang baik, dan untuk korban juga meningkatkan daya tahan mental agar tidak depresi. (nardi)

baca juga ...  Meski Ada Kendala, Upaya DLH Kotim Bersihkan Sampah Menumpuk Sukses
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!