Upaya Menekan Angka Kekerdilan dengan Mengoptimalkan Posyandu

Ketua TP PKK Kalteng Ivo Sugianto Sabran mengunjungi Posyandu Usaha Bersama I Kelurahan Hilir Sper Kecamatan Dusun Selatan, Sabtu, (3/9/2022). (ANTARA/Ho-Diskominfosantik Kalteng)

BUNTOK – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengoptimalkan keberadaan pos pelayanan terpadu (Posyandu) sebagai salah satu upaya untuk menekan angka kekerdilan (stunting) di wilayah setempat.

“Penting untuk mengaktifkan Posyandu, karena merupakan tempat untuk memantau tumbuh kembang anak sekaligus sebagai fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat,” kata Ketua TP PKK Kalteng Yulistra Ivo Sugianto Sabran di Buntok, Minggu 4 September 2022.

Dengan pengecekan maupun pemantauan rutin tumbuh kembang anak melalui Posyandu, akan membantu mencegah terjadinya stunting pada anak-anak.

Salah satu yang mendapat apresiasi dari TP PKK Kalteng adalah Posyandu di Kabupaten Barito Selatan yang sudah tersebar hampir di seluruh wilayah kecamatan hingga tingkat desa dan kelurahan, bahkan setiap kepala dinas yang ada di Kabupaten Barito Selatan juga sudah menjadi bapak asuh bagi posyandu di daerah masing-masing.

BACA JUGA:   Ketua DK PWI Kalteng Akan Hadiri Konkernas di Malang

“Semoga ini bisa diaplikasikan dan diimplementasikan di kabupaten lain agar kepala dinasnya menjadi bapak asuh, minimal di Posyandu wilayah masing-masing,” ucapnya.

Dia terus mendorong masyarakat, khususnya orang tua agar anak-anaknya rutin diajak ke Posyandu sebagai sarana pemantauan pertumbuhan maupun perkembangan anak.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Suhaemi mengatakan prevalensi stunting di Kalteng mengalami penurunan, baik berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) maupun Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI).

Prevalensi berdasarkan hasil SSGBI 2019 sebesar 32,3 persen dan berdasarkan hasil studi 2021 turun menjadi 27,4 persen. “Dengan target penurunan sebesar 15,38 persen pada 2024,” ujarnya.

Sedangkan berdasarkan hasil Riskesdas yang dilakukan setiap lima tahun sekali, angka prevalensi stunting di Kalteng trennya juga terus mengalami penurunan, yaitu 41,3 persen pada 2013 dan 34 persen pada 2018.

BACA JUGA:   Pantau Progres TMMD di Petuk Katimpun, Wasev Mabes AD: Semua Elemen Harus Bersatu Demi NKRI

Pemprov Kalteng menjadikan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas, bahkan percepatan penurunan stunting telah ditetapkan sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan oleh pemerintah pusat dan masuk dalam strategi nasional.

Oleh karena itu, kerja sama dan sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam upaya penurunan stunting dari seluruh pemangku kepentingan dan semua perangkat daerah terkait, terutama yang tergabung dalam struktur Tim Percepatan Penurunan Stunting.

“Peran dari setiap kepala perangkat daerah menjadi sangat penting dalam memastikan bidang atau subbidang yang dipimpinnya dapat bekerja sama dan saling mendukung dalam menjalankan fungsinya,” katanya.

(ANTARA)

(Visited 25 times, 1 visits today)