KUALA KURUN – Upaya kesehatan ibu dan anak, penyelenggaraan imunisasi, serta pemberian vitamin A pada bayi, Balita dan ibu nifas mengamanahkan pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menyiapkan dan menjaga kehamilan, agar persalinan sehat dan selamat serta melahirkan bayi yang sehat dan bertumbuh kembang optimal.
Untuk menunjang pelayanan kesehatan ibu dan anak tersebut, diperlukan media Komunikasi, Informasi Dan Edukasi (KIE) dan pencatatan yang efektif dan efisien. Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas melaksanakan Loka karya mini Stunting tingkat Kecamatan.
“Buku KIA disusun oleh para ahli dan diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan. Selain itu juga dibutuhkan kesadaran para ibu (orang tua) untuk menyimpan dan selalu membawa buku KIA saat melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan,” terang Efrensia LP Umbing saat menghadiri kegiatan Loka karya mini Stunting tingkat Kecamatan, yang di laksanakan di Kecamatan Kurun, Senin 19 September 2022.
Lebih lanjut dikatakannya, panduan yang dimaksud di sini adalah terkait apa saja yang harus dilakukan oleh orang tua, khususnya para ibu, agar kesehatan diri sendiri dan anak meningkat. Dimana dalam buku KIA terdapat panduan sejak ibu hamil, melahirkan dan selama nifas, hingga bayi yang dilahirkan berusia lima tahun, termasuk pelayanan imunisasi, gizi, tumbuh kembang anak dan keluarga berencana (KB).
“Jika panduan yang ada di dalam buku KIA ditaati maka kesehatan ibu dan anak akan semakin meningkat. Dengan demikian, berbagai permasalahan kesehatan, termasuk stunting, dapat dicegah serta ditanggulangi. Jadi ibu-ibu tidak perlu bingung harus melakukan apa demi meningkatkan kesehatan diri sendiri dan anak. Tinggal ikuti saja panduan yang ada di buku KIA,” tuturnya.
Orang nomor dua di lingkup Pemkab Gunung Mas inipun menyebutkan, saat ini pemerintah telah membagikan buku KIA kepada masyarakat dalam hal ini ibu hamil serta memiliki anak bawah lima tahun. Jika ada yang belum menerima buku KIA, mereka dapat meminta di pusat kesehatan masyarakat.
Lebih lanjut, Efrensia yang merupakan Ketua pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Gunung Mas menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten menaruh perhatian serius terhadap permasalahan stunting.
“Melalui lokakarya di tingkat kecamatan, maka diharap terjadi kesamaan persepsi antara para pemangku kepentingan, baik itu di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan, dalam penanganan permasalahan stunting,” tutupnya. (Ale).











