Berikut Data IHK di Kota Sampit dan Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah Eko Marsoro kembali menyampaikan rilis terkait Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kantor BPS Kalteng, Senin 3 Oktober 2022.

Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2022 secara umum di Kota Palangka Raya menunjukkan adanya peningkatan.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada September 2022 di Kota Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 1,05 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113,26 pada Agustus 2022 menjadi 114,45 pada September 2022.

Tingkat inflasi tahun kalender (September 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 6,13 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 7,69 persen.

Inflasi bulanan (1,05 persen) di Kota Palangka Raya terjadi karena peningkatan nilai indeks harga konsumen di hampir semua kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi (6,66 persen), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,96 persen), kelompok pendidikan (0,46 persen), kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,45 persen).

Kelompok pakaian dan alas kaki (0,43 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,20 persen), kelompok kesehatan (0,15 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,14 persen), dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya (0,06 persen). Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran relatif stabil, serta kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,27 persen.

Selain itu, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi di Kota Palangka Raya pada September 2022 antara lain bensin, beras, pasir, bahan bakar rumah tangga, kacang panjang, pisang, mie kering instant, angkutan antar kota, tarif kendaraan travel dan daging ayam ras.

baca juga ...  PA GMNI Kalteng Kecam Tindakan Represif Aparat Ke Mahasiswa

Komoditas yang mengalami penurunan harga dan memperlambat laju inflasi antara lain angkutan udara, bawang merah, tomat, semangka, minyak goreng, ikan gabus, cabai rawit, telepon seluler, gula pasir, dan tahu mentah.

Sementara itu, inflasi tahun kalender (6,13 persen) terjadi karena peningkatan indeks kelompok kelompok transportasi (15,98 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (6,52 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (6,18 persen), dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin (6,12 persen).

Inflasi tahun ke tahun (7,69 persen) di Kota Palangka Raya disebabkan oleh meningkatnya indeks harga konsumen pada beberapa kelompok pengeluaran, antara lain pada kelompok transportasi (21,03 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (9,14 persen), dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (6,98 persen). Searah dengan Kota Palangka Raya, perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2022 di Sampit secara umum juga menunjukkan adanya kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada September 2022 di Sampit mengalami inflasi sebesar 1,43 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,93 pada Agustus 2022 menjadi 116,57 pada September 2022. Tingkat inflasi tahun kalender (September 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 5,62 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 8,85 persen.

Inflasi pada September 2022 (1,43 persen) di Sampit terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran, yaitu pada kelompok transportasi (8,78 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,98 persen), kelompok perumahan, air dan listrik (0,56 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,52 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,48 persen).

Kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan (0,20 persen), kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin (0,09persen), kelompok kesehatan (0,06 persen), kelompok pendidikan (0,05 persen), dan kelompok pakaian dan alas kaki (0,01 persen), sementara kelompok rekreasi, olahraga dan budaya relatif stabil.

baca juga ...  Ada Tiga Tantangan Struktural Dalam Mendorong Pembagunan Daerah Kalteng

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan indeks harga dan memberikan andil inflasi di Sampit pada September 2022 antara lain bensin, beras, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, kacang panjang, ayam goreng, bakso siap santap, kangkung, sabun mandi cair dan tarif kendaraan travel.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan indeks harga dan memperlambat laju inflasi antara lain tomat, bawang merah, minyak goreng, cabai rawit, ikan nila, ikan layang/ikan benggol, telur ayam ras, emas perhiasan, semangka, dan makanan ringan/snack.

Inflasi tahun kalender (5,62 persen) terjadi karena peningkatan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran, yaitu pada kelompok transportasi (13,44 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (7,09 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (5,98 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (5,92 persen),
kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (4,56 persen), serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (4,52 persen).

Inflasi tahun ke tahun (8,85 persen) disebabkan oleh peningkatan indeks harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (19,27 persen), kelompok transportasi (14,48 ppersen), dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau (7,98 persen), Indeks harga konsumen pada level pedagang eceran Provinsi Kalimantan Tengah dikompilasi
berdasarkan gabungan dua kota rujukan, yakni Kota Palangka Raya dan Sampit. Selama September 2022, tercatat telah terjadi inflasi sebesar 1,19 persen atau mengalami kenaikan indeks harga konsumen dari 113,88 (Agustus 2022) menjadi 115,23 (September 2022).

Inflasi pada September 2022 (1,19 persen) ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga pada kelompok transportasi (7,45 persen), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,85 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,59 persen), kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,34 persen), kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,32 persen).

baca juga ...  Tiga Kabupaten di Kalteng Jadi Tujuan Transmigran, Gubernur: Kita Ini NKRI

Kelompok pendidikan (0,30 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,28 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (0,26 persen), kelompok kesehatan (0,12 persen), dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya (0,03 persen). Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga adalah kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,07 persen).

Inflasi tahun kalender (5,94 persen) disebabkan oleh peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi (15,00 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (6,45 persen), serta kelompok makanan, minuman dan tembakau (6,26 persen). Inflasi tahun ke tahun (8,12 persen) diakibatkan oleh peningkatan indeks kelompok transportasi (18,45 persen), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (9,16 persen) dan kelompok makanan, minuman dan tembakau (8,64 persen). (Hardi).

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!