BRG RI Bantu Pemulihan Gambut

PALANGKA RAYA – Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalteng Sri Suwanto menyampaikan, Pemerintah Pusat melalui program pengendalian pencemaran dan kerusakan lahan gambut dengan kegiatan restorasi gambut di Provinsi Kalimantan Tengah, sejak berdirinya Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia pada Tahun 2016 sangat membantu dalam pemulihan gambut yang sudah rusak. Hal ini ia sampaikan saat membuka acara Kick Off Inkubasi Bisnis Provinsi Kalimantan Tengah, di Best Western Hotel Batang Garing Palangka Raya, Kamis 20 Oktober 2022.

Ia juga menjelaskan, melalui program unggulan Rewetting, Revegetasi dan Revitalisasi Ekonomi serta program Desa Mandiri Peduli Gambut, diharapkan mampu memulihkan lingkungan hidup dan mensejahterakan masyarakat di Kalimantan Tengah.

“Sampai saat ini Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) terus berupaya melakukan restorasi gambut dan percepatan rehabilitasi mangrove. BRGM juga memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat gambut dan mangrove,” ucapnya.

Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pendampingan usaha, meliputi inkubasi bisnis dan program pendampingan peningkatan kelembagaan serta teknis produksi dan pemasaran. Kegiatan tersebut diberikan kepada kelompok masyarakat (pokmas) gambut dan mangrove, di tujuh target lokasi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

“Sebelumnya BRGM, telah menerapkan pendekatan revitalisasi ekonomi masyarakat untuk menjaga keberlanjutan dari kegiatan restorasi gambut di tujuh provinsi,” jelasnya.

Hasil evaluasi dari kegiatan tersebut menunjukkan, hanya 10 persen kelompok masyarakat (pokmas) yang usahanya berhasil berkembang, 73 persen pokmas yang usahanya bertahan, dan 17 persen pokmas yang usahanya malah gagal dan berhenti.

Satuan Kerja Tugas Pembantuan Restorasi Gambut Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah selama Tahun Anggaran 2020 telah melaksanakan revitalisasi ekonomi masyarakat sebanyak 33 paket, Tahun Anggaran 2021 sebanyak 29 paket, dan tahun ini memiliki target kegiatan untuk Program Revitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat sebanyak 15 paket/pokmas.

baca juga ...  Kondisi Kesehatan Kalteng Makin Memburuk, Gubernur Ajak Masyarakat Sadari Ancaman Covid-19

Pokmas tersebut berada pada tiga KHG yaitu Sungai Katingan Sungai Mentaya, Sungai Katingan – Sungai Sebangau dan Sungai Lamandau – Sungai Arut, di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat, serta Kota Palangka Raya.

“Diharapkan melalui kegiatan hari ini, menjadi awal yang baik untuk pembinaan, pendampingan, dan pengembangan usaha sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kalimantan Tengah, khususnya pokmas pokmas yang telah menerima bantuan revitalisasi ekonomi supaya terus berkembang, sukses, mandiri dan berkelanjutan,” tandasnya.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana dan pembelajaran yang baik untuk kemajuan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kalimantan Tengah, sebagai peningkatan upaya revitalisasi ekonomi masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah. (Hardi)

Bagikan:
Berita Populer