SAMPIT- pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kabupaten Kotawaringin Timur kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg bersubsidi.
Hal itu disampaikan oleh ketua UMKM Kotim Rahmat menjelaskan sejumlah pelaku UMKM mengaku para pelaku usaha kesulitan mendapatkan Elpiji bersubsidi di sejumlah pangkalan.
“Banyak Pelaku UMKM yang melapor ke saya terkait kesulitan Mereka mendapatkan Elpiji 3 kg,” kata Rahmat Kamis 20 Oktober 2022
Pria yang akrab disapa Rahmat Kotim itu menjelaskan selain sulit mendapatkan gas, para pelaku usaha juga mengeluhkan harga gas Elpiji yang melambung tinggi.
Hal tersebut katanya membuat para pelaku usaha menjerit sebab harga elpiji yang seharusnya Rp22 ribu bisa mencapai Rp30 ribu per tabung ditambah dengan sulitnya para pelaku usaha mendapatkan gas tersebut.
“Selain sulit di dapat, Banyak pangkalan yang menjual gas di atas harga HET, bahkan ada yang menjual 30 sampai 40 ribu,” ungkapnya
Dirinya meminta pemerintah segera melakukan penindakan terhadap sejumlah pangkalan yang menjual gas elpiji di atas harga HET.
“Semoga pemerintah secepatnya turun tangan mengatasi kelangkaan serta kenaikan elpiji, kasihan para UMKM yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan Elpiji dan harganya yang mahal,” tandasnya
(Syauqi)











