SAMPIT – Pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Kabupaten Kotawaringin Timur. Untuk tahun 2022 ini sasaran TMMD menyasar pada Kelurahan Tanah mas, Kecamatan Baamang, dengan membuka akses jembatan dan jalan kurang lebih sejauh 4,1 Kilometer.
“Infrastruktur jalan paling utama yang betul-betul dirasakan efeknya oleh masyarakat, kalau pembangunan fisik berupa gedung maupun bangunan itu masyarakat akan merasakan sewaktu-waktu saja, namun kalau jalan ini akan dirasakan setiap saat oleh masyarakat,” terang Dandim 1015 Sampit Letkol Infantri Abdul Hamid, di hadapan Aster Panglima TNI Mayjen Purwo Sudaryanto, dalam rangka Wasef TMMD Reguler ke 115, tahun 2022, Kodim 1015 Sampit, Kamis 20 Oktober 2022.
Menurutnya, infrastruktur jalan sangat berpengaruh terhadap pergeseran barang maupun jasa, tentunya dengan jalan yang baik biaya transportasi pun akan murah.
“Pada kesempatan itu saya menitip pesan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) agar bisa disampaikan kepada Bupati Kotim, tahun depan bisa dianggarkan untuk peningkatan jalannya sehingga ini benar-benar bisa maksimal dan betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Dirinya juga merasa sangat bangga dengan masyarakat Kecamatan Baamang, khususnya Tanah Mas yang dengan kerelaan hati mau menghibahkan tanahnya untuk pembukaan jalan ini.
“Tanah ini diberi gratis tanpa meminta l ganti rugi, kami mengucapkan terima kasih,” imbuhnya.
Kemudian dalam sambutannya, Bupati Kotim yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Fajrurrahman, menyampaikan selain sasaran pokok yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, TMMD juga bertujuan mempererat kemanusiaan TNI dan rakyat.
“Saya berharap kekompakan antara TNI dan masyarakat akan senantiasa terjalin erat, meskipun nantinya program ini telah selesai dilaksanakan namun keharmonisan, kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat telah menjadi satu pilar untuk tegaknya NKRI,” jelasnya
Menurutnya, nilai-nilai TMMD merupakan kekuatan yang sangat dahsyat untuk mengatasi berbagai permasalahan bangsa seperti kemiskinan, pengangguran, pembangunan sumber daya manusia dan lain-lain.
“Kekompakan antara TNI dengan rakyat harus senantiasa dipupuk sehingga dapat terjalin kokoh dan tidak mudah goyah, Saya berpesan semua keharmonisan hubungan TNI dan masyarakat jangan sampai pudar,” Imbuhnya.
Fajrur juga memaparkan pelaksanaan program TMMD ada dua bagian, yakni fisik dan non fisik. Dalam kegiatan fisik TMMD seperti pembukaan jalan dari Kelurahan tanah mas menuju Kelurahan Bambang Hulu, peningkatan badan jalan pembuatan jembatan.
Sedangkan kegiatan non fisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, narkoba, Kamtibmas, pertanian, KB, kesehatan, pencegahan penularan covid 19, serta penyuluhan terhadap posyandu, penyakit menular dan stunting.
Sementara pada kesempatan tersebut, Aster Panglima TNI Mayjen Purwo Sudaryanto mengungkapkan terima kasih kepada masyarakat Kotim yang mau menghibahkan tanahnya untuk kepentingan umum.
“Saya sangat berterima kasih untuk masyarakat Kalimantan Tengah, kepeduliannya untuk kepentingan bersama membangun daerah ini cukup tinggi,” ucapnya.
Menurut Jenderal Bintang Dua tersebut bahwa TMMD adalah salah satu tujuan mempercepat dan membantu kepala daerah didalam pembangunan.
“Saya berharap TMMD ini prioritaskan daerah-daerah yang terpencil atau terisolir, sehingga akan membuka akses jalan perekonomian,” pungkasnya. (ilm).











