PANGKALAN BUN – Upacara adat yang telah menjadi budaya diseluruh Indonesia, kini semakin dilestarikan, karena merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang mereka.
Seperti halnya upacara Doa Selamat dan Tolak Bala dikeluarga besar Istana Kuning Pangkalan Bun sampai sekarang masih terus dilakukan, yakni disaat Kabupaten Kobar sedang dilanda banjir. Keluarga Besar Istana Kuning, Kamis 27 Oktober 2022 telah menggelar Upacara Tolak Bala.
“Nama upacara doa selamat dan tolak bala, memohon doa kepada Allah SWT sekarag ini namanya yaitu Mencuci Banua Kotawaringin Barat, agar musibah banjir di wilayah Kabupaten Kobar segera reda,“ kata Gusti Ihwan Syahwani salah seorang kerabat Istana Kuning, saat dikonfirmasi Berita Sampit.
Menurut Gusti Ihwan, dalam upacara tersebut langsung dipimpin oleh Pangeran Muasdjinsyah didampingi kaka kembarannya  Pangeran Arsyadinsyah, beserta para kerabatnya dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
“Upacara doa selamat dan tolak bala ini, juga diwarnai dengan kegiatan khusus, seperti sejumlah kerabat mengambil Tiang Pancang Sangga Buana, kemudian dibungkus kain kuning dan dibawa ketepi sungai Arut untuk dimandikan, sebagai syarat minta kepada Yang Maha Kuasa agar banjir di Kobar cepat reda. Karena sumber banjir, pertama dari hujan dan yang kedua dari sungai yang meluap,“ kata Gusti Ihwan Syahwanti. (Man)











