PALANGKA RAYA – Menguatkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari guna meningkatkan kerukunan umat beragama di Indonesia, merupakan tanggung jawab dan komitmen bersama dalam mendidik dan membentuk karakter yang sehat, cerdas, kreatif dan mandiri dalam kehidupan bermasyarakat sebagai basis yang terpenting di dalam pertumbuhan karakter.
“Untuk mewujudkan Indonesia emas 2045, moderasi beragama diperlukan guna menjaga keharmonisan antara hak beragama dan kewajiban berbangsa dan bernegara sehingga membawa perubahan pola perilaku kehidupan sosial dan tatanan nilainya, maka dibutuhkan sikap tanggung jawab, jujur, mandiri, disiplin dan kepedulian sosial,” kata Asisten Administrasi Umum Sri Suwanto, saat memberikan sambutan pada kegiatan pembukaan Rapat Koordinasi Lembaga Bina Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2022, di Aula Hotel Dandang Tingang, Senin 28 November 2022.
Ia juga menyebutkan, moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan bernegara.
“Moderasi beragama dalam konteks ini berbeda pengertiannya dengan moderasi agama. Agama tentu tidak dapat dimoderasikan karena sudah menjadi ketetapan dari Tuhan, tetapi kita memoderasikan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang kita peluk sesuai dengan kondisi dan situasi sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama,” lugasnya.
Ia juga menyebutkan, empat indikator moderasi beragama, yaitu toleransi, anti kekerasan, penerimaan terhadap tradisi, dan komitmen kebangsaan. Apabila empat indikator tersebut terpenuhi, kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai, dan toleran menuju Indonesia maju bukan lagi menjadi hal yang mustahil.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, dapat membawa dampak positif bagi organisasi masyarakat dan lembaga keagamaan Provinsi Kalimantan Tengah,” harapnya. (Hardi)











