PJU Nur Mentaya Sampit Dinilai Tidak Efisien dan Pemborosan Anggaran

SAMPIT – Hary Kuswanto, Kader Partai Hanura Kotawaringin Timur (Kotim) menilai penerangan jalan umum (PJU) terowongan cahaya yang diberi nama Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut Sampit Kabupaten Kotim dengan nilai anggaran sekitar Rp14 miliar tidak efisien.

“Harusnya jika anggaran sebesar itu digunakan efisien maka bisa mengakomodir pembangunan PJU untuk menerangi seluruh kota Sampit,” ungkap Hary pada Sabtu 10 Desember 2022.

Hary menuturkan masih banyak jalan di dalam Kota Sampit yang gelap seperti Jalan Pramuka, Walter Condrad, Jalan Kembali, Kapten Mulyono, bahkan PJU juga rusak ada di A Yani dan HM Arsyad.

“Jika digunakan Rp14 miliar itu dengan efektif efisien maka seluruh Kota Sampit bisa terang,” imbuhnya.

Ia juga menilai penerangan yang begitu mewah tentunya akan membuat tagihan listrik membengkak yang pembayarannya akan jadi beban masyarakat.

Bahkan sempat pada 2019 lalu anggaran biaya PJU Rp11 miliar nyaris tidak mampu terbayarkan, apalagi dengan dibuat PJU terowongan cahaya yang begitu mewah tentunya akan membebani anggaran daerah lagi.

“Dulu PJU di Sampit saja yang penerangannya tidak maksimal jumlah tagihan sekitar Rp11 miliar, apalagi dengan terowongan cahaya ini, tagihan akan membengkak dan itu semua ditarik dari rakyat,” tukasnya.

Tidak hanya itu beberapa tahun lalu juga sejumlah kantor di lingkungan Pemkab Kotim sempat disegel oleh PLN lantaran menunggak pembayaran listriknya.

Artinya kata dia keberadaan PJU yang dipusatkan satu titik itu tidak akan maksimal dan dinilai sebagai pemborosan anggaran saja. Sementara pembangunan di daerah ini masih butuh banyak anggaran. (Nardi).

baca juga ...  Sekolah Unggulan Bakal Dibangun di Kotim, Target Mulai 2026
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!