SAMPIT – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit Muhammad Ridho, menjadi narasumber dalam kegiatan Diklat OSIS SMP Negeri 4 Sampit yang diadakan setiap akhir tahun oleh kemahasiswaan.
“Kegiatan tersebut dilaksanakan secara tatap muka dengan tema Mewujudkan Generasi Pemimpin yang Santun, Mandiri, Kreatif dan Berwawasan Kebangsaan dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila,” kata Ridho pada Rabu 14 Desember 2022
Ia menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu 10 Desember 2022 lalu tersebut bertujuan untuk dapat memberikan pengetahuan kepada pengurus OSIS SMP Negeri 4 Sampit, memantapkan kepengurusan didalam struktur tersebut, menentukan beberapa calon penerus estafet selanjutnya.
Agar menjadi kepengurusan OSIS yang dapat bersaing di kalangan regional bahkan nasional nantinya sehingga OSIS SMP Negeri 4 Sampit dapat melahirkan para pemimpin yang bisa membantu memimpin pembangunan daerah Kotim khususnya.
Dalam paparannya Ridho selaku Ketua BEM STIE Sampit menjelaskan beberapa penjelasan yang berkaitan dengan tema yang ada, sehingga setiap pemaparannya sangat jelas dan mudah dipahami saat dia menyampaikan materi yang di buatnya sendiri untuk para pengurus osis smpn 4 Sampit.
Dan ia menyampaikan masih banyak perbaikan yang harus dibenahi di dalam lingkup kepengurusan OSIS yang ada. Harapan besarnya para pengurus tersebut dapat bersaing dengan pengurus OSIS sekolah sederajat di Kotim.
Karena potensi pengurus OSIS SMP Negeri 4 Sampit harus di dorong untuk kemajuan bakat dan minat mereka agar melahirkan para pemimpin yang dapat menahkodai Kabupaten Kotim bahkan meningkatkan kemajuan kepengurusan OSIS SMPN 4 selanjutnya.
Harapan besar Ketua BEM STIE Sampit ingin membangun struktur organisasi OSIS sekolah yang ada di Kota Sampit dengan pondasi yang kuat agar regenerasinya dapat memahami pergerakan yang telah diskemakan agar menjadi pengurus organisasi yang kuat mental,kreatif, santun, mandiri dan berwawasan mental kepemimpinan.
“Sehingga nantinya akan lahir para pemimpin-pemimpin yang berintelektual bahkan berani menyampaikan ide gagasan kepada pemerintah kabupaten kotawaringin timur,” pungkas Ridho.
(Nardi)










