Dewan Apresiasi Penanganan Bencana Pemkot Palangka Raya

IST/BERITA SAMPIT - Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf.

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf mengapresiasi langkah pemerintah kota (pemkot) memberikan bantuan kepada korban longsor akibat abrasi Sungai Kahayan.

“Selain memberikan pelayanan kesehatan, pemkot juga memberikan paket sembako untuk para korban terdampak longsor dan abrasi Sungai Kahayan,” katanya, Kamis 13 Januari 2023.

Wahid menyebutkan, pemkot melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya juga sudah melakukan pemetaan terhadap kejadian serupa di kawasan bantaran sungai.

Pemetaan yang dilakukan personel BPBD Kota Palangka Raya mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk mewaspadai bencana yang terjadi sewaktu-waktu.

BACA JUGA:   DPRD Palangka Raya Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

“Warga setempat diimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan, karena cuaca ditempat kita tidak bisa diprediksi terkadang hujan terkadang panas, sehingga hal tersebut juga dapat mengganggu tanah di bantaran Sungai Kahayan tersebut,” ucapnya.

Pemkot juga telah menyiapkan langkah-langkah khusus terkait dengan perihal tersebut, salah satu langkah yang akan diambil adalah memindahkan rumah warga dari daerah rawan terjadinya longsor.

Perlu diketahui, rencana pemindahan pemukiman tersebut sudah melalui kesepakatan bersama bahkan sebagian besar masyarakat juga ada yang setuju dengan adanya relokasi pemindahan ke daerah yang aman tidak rawan bencana.

BACA JUGA:   Generasi Muda Sebagai Penggerak yang Menghasilkan Ide-Ide Baru dalam Sistem Politik

“Rencana relokasi pemindahan ini sudah direncanakan secara matang, tidak mau terburu-buru, supaya masyarakat yang dipindahkan dari sini ada jaminan kehidupan kedepannya baik itu mata pencaharian maupun kesejahteraan hidupnya,” jelas Wahid Yusuf mengakhiri.

Sebagai informasi, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja korban terus mengalami penambahan yang semula hanya 30 jiwa kini menjadi 57 jiwa dan para korban sementara tinggal di posyandu, sembari mereka mencari tempat tinggal.

(rahul)

(Visited 5 times, 1 visits today)