Pemkab Barito Utara Bangun Dua Jembatan Rangka Baja di Lahei Barat

Jembatan di Desa Teluk Malewai, Kalteng, yang saat ini kondisinya rusak. ANTARA/HO

MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada 2023 ini membangun dua jembatan rangka baja baru yang ada di wilayah Kecamatan Lahei Barat, yang menghubungkan desa menuju ibu kota kabupaten setempat.

“Insya Allah, tahun 2023 ini pembangunan dua jembatan rangka baja di Kecamatan Lahei Barat yaitu Jembatan Liang di Desa Jangkang Baru dan jembatan induk yang berada di Desa Teluk Malewai, dengan panjang ratusan meter,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Barito Utara M Iman Topik di Muara Teweh, Kalteng, Minggu 15 Januari 2023.

Menurut dia, anggaran untuk pembangunan dua jembatan tersebut sudah masuk dalam APBD Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran 2023. Untuk jembatan induk di Desa Teluk Malewai merupakan pekerjaan lanjutan, yang mana sudah ada tiang pondasi jembatan.

BACA JUGA:   Pelabuhan PT. Pada Idi Memakan Korban, Pekerja Tewas Saat Mengangkut Material

Anggaran pembangunan jembatan baru tersebut direalisasikn pada tahun ini, kata dia, karena sebelumnya pemerintah daerah mengalami pergeseran anggaran dampak COVID-19, sehingga semua anggaran dipindahkan untuk penanganan COVID-19 sesuai arahan pemerintah pusat.

“Untuk pembangunan dua jembatan ini nantinya dibangun berdasarkan persentase nilai pekerjaan, hal ini dilakukan karena kurangnya anggaran dana. Selain itu, untuk pemerataan penanganan pembangunan jembatan dan jalan yang rusak di wilayah kecamatan lain yang ada di Barito Utara,” kata dia.

BACA JUGA:   Pemkab Barito Utara Dukung Penguatan Ekosistem UMKM

Kadis PUPR mengatakan saat ini tim dari Bidang Bina Marga Dinas PUPR sedang mempersiapkan untuk kegiatan pembangunan fisik yang saat ini masih dalam tahap persiapan dan dalam waktu dekat ini akan dilakukan proses lelang, sehingga pengerjaan bisa segera dilaksanakan.

“Kita berharap semua pembangunan infrastruktur yang akan dibangun nantinya berjalan lancar dan dapat terselesaikan dengan baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan jalan yang rusak dan tidak layak untuk dilalui,” kata Topik.

(ANTARA)

(Visited 2 times, 1 visits today)